Kehausan, 3 Pelajar SMP Bobol Warung Kelontong

CANGKRINGAN (MERAPI)- Tiga orang pelajar SMP yang hendak mencuri dipergoki warga saat berusaha masuk melalui sela-sela atap usai membobol genting warung di Taman Dewasa Cangkringan, Sleman, Sabtu (1/2). Ketiga pelajar ini nekat membobol warung bermaksud mengambil minuman karena kehausan.
Kendati demikian, aksi pencurian tersebut gagal lantaran mereka ketahuan oleh tetangga korban. “Dari hasil pemeriksaan, ketiga pelajar itu berniat mengambil botol minuman di warung yang tengah tutup,” beber Kapolsek Cangkringan AKP Samiyono kepada wartawan, Minggu (2/2).
Ketiga pelajar ini adalah S, D dan W, yang berusia sekitar 13 tahun yang merupakan warga Yogyakarta. Saat dipergoki warga, W berhasil kabur sementara S dan D berhasil diamankan dan diserahkan ke Polisi.
AKP Samiyono menerangkan, percobaan pencurian itu terjadi pada Sabtu (1/2) sekitar pukul 16. 30 WIB. Berdasarkan keterangan dari pelaku, mulanya mereka tengah melakukan perjalanan ke suatu tempat.

Di tengah perjalan ternyata turun hujan. Karena mereka tidak ada yang membawa jas hujan akhirnya berteduh di warung milik korban yang sedang tutup. Saat itulah, ketiganya membutuhkan minum karena haus.
Karena kondisi sedang hujan timbul niat jahat untuk mencuri botol minuman di warung tersebut. Selanjutnya S dan D naik ke atap dan berhasil masuk ke dalam guna mencari minuman botol, sementara W menunggu di luar.
Setelah berhasil masuk, pelaku mencoba merusak pintu dapur, tapi sebelum pelaku berhasil membuka pintu, tetangga korban mendengar suara mencurigakan. Setelah dicek, ternyata ada dua orang tidak dikenal berada dalam warung.

“Saat membuka pintu menimbulkan suara. Warga yang mendengar suara itu kemudian mengecek, ternyata ada dua anak,” katanya.
Mengetahui hal tersebut, saksi kemudian memanggil warga sekitar dan dua pelaku ini berhasil diamankan sementara W berhasil kabur. Kejadian ini langsung dilaporkan ke Polsek Cangkringan.
Kanit Reskrim Iptu Sutriyono menambahkan, aksi percobaan pencurian telah diselesaikan secara kekeluargaan. Kepada petugas, korban Jariah mengaku tidak ada kerugian, hanya saja perusakan atas genting warung.
“Kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan dan pelaku yang terlibat wajib lapor. Korban juga tidak mau lapor karena tidak ada kerugian,” jelasnya.
Menurutnya, para pelaku sudah membuat surat permohonan maaf dan tidak akan mengulangi kejadian yang sama serta akan ganti rugi atas kerusakan warung.(Shn)

Read previous post:
Puslatda PON Mulai Digeber

YOGYA (HARIAN MERAPI) - Program pemusatan latihan daerah (Puslatda) sebagai persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XX-2020 di Papua bulan

Close