DIPESAN DI BANTUL, SANG RATU MEMBAYAR LUNAS-Harga Seragam Kraton Agung Sejagat Rp 900 Ribu

KASIHAN (MERAPI)- Setelah beberapa waktu lalu kerajaan fiktif Keraton Agung Sejagat (KAS) menggemparkan masyarakat, belakangan diketahui seragam raja, ratu, dan pengikutnya dibuat di Sonosewu, Kasihan, Bantul. Meniru model seragam Kkerajaan Negara Brunei Darussalam, Sang Ratu, Fanni Aminadia datang langsung ke Putro Moelyono Productions untuk memesan seragam yang digunakan untuk pawai di Purworejo, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu. Tidak tanggung-tanggung, produsen alat drumband ini sudah memproduksi sedikitnya 300 stel seragam senilai Rp 267 juta.
Pemilik Putro Moelyono Productions, Wahyu Agung Santoso membenarkan bahwa seragam KAS tersebut dipesan langsung oleh Fanni. Pria yang akrab dipanggil Koko ini mengatakan jika Fanni pernah datang di tempat produksinya untuk memesan 297 stel seragam anggota dan 5 stel pakaian untuk raja, ratu dan anaknya. “Mbak Fanni yang datang kesini sendiri, pesan seragam (KAS) di sini,” ungkapnya, Rabu (29/1).

Koko menceritakan awalnya Fanni menghubunginya melalui telepon dan WhatsApp. Wanita yang kini telah diamankan polisi tersebut mengirimkan gambar contoh seragam. Setelah melihat model seragam yang mirip dengan Brunei Darussalam itu, Koko menyanggupi pesanannya. Kemudian pada pertengahan November 2019 Fanni datang untuk melakukan pesanan. “Awalnya akan memesan sekitar 500 stel, tapi minta dibuatkan 300 dulu. Tapi belum jadi nambah sudah ditangkap duluan,” sebutnya.
Pada pemesanan pertama itu Fanni memesan seragam seharga Rp 900 ribu perstel, ditambah seragam untuk raja, ratu, dan anak seharga Rp 600 ribu. Kain seragam anggota menurutnya Fanni meminta menggunakan bahan jas, sedangkan untuk ratu dan raja Fanni membawa kain sendiri dan Koko hanya mengerjakan jahitan dan asesorisnya. “Lengkap dengan ikat pinggang bergambar logonya, slempang, topi dan badge,” imbuh Koko.

Pria 35 tahun itu mengaku tidak ada masalah dan kendala dalam transaksi pemesanan tersebut. Fanni melunasi pembayaran secara bertahap. Sebagai tanda jadi awal Fanni memberikan uang Rp 1 juta, kemudian mentransfer uang muka sebesar Rp 25 juta. Sisanya dibayarkan kepada Koko setiap tiga hari sekali. “Alhamdulillah lunas dan tidak ada masalah apa-apa,” ungkapnya.
Seluruh pesanan menurut Koko tidak selesai sekali tahap. Seragam yang selesai dibuat kemudian dikirim menggunakan ojek online ke kontrakan Fanni di daerah Godean, Sleman. Koko menyebut pengiriman seragam dilakukan sebanyak lima kali. Terakhir kali dia mengirim pesanan kepada Fanni tanggal 6 Januari 2020. “Seragam saya sisakan 1 stel ini, untuk display di rumah,” imbuhnya.

Sementara, raja dan ratu KAS, Toto Santoso dan Fanni Aminadia hingga saat ini ditahan Polda Jawa Tengah. Keduanya diamankan setelah aktivitas kerajaan abal-abal ini viral pertengahan Januari lalu. Keduanya diduga melakukan tindak pidana penipuan. Untuk masuk menjadi anggota atau pengikut KAS diwajibkan membayar sejumlah uang yang diklaim sebagai biaya pembuatan seragam.(C1)

Read previous post:
Maladi Jabat Kabiro Bina Mental Spiritual DIY

YOGYA (HARIAN MERAPI) - Gubernur DIY Sri Sultan HB X melantik 7 pejabat eselon 2 di Kepatihan, Rabu (29/1). Adapun

Close