MEMBELI LEWAT FB- Edarkan Pil Daftar G Diganjar 14 Bulan


Terdakwa digiring petugas ke sel tahanan usai menjalani sidang putusan. (MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)
Terdakwa digiring petugas ke sel tahanan usai menjalani sidang putusan. (MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)

BANTUL (MERAPI) – Terdakwa Happy Sahana (45) warga Sewon Bantul yang terbukti mengedarkan obat keras atau obat daftar G diganjar hukuman 1 tahun 2 bulan atau 14 bulan penjara potong massa tahanan dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Bantul, Rabu (29/1). Hukuman yang dijatuhkan lebih ringan dari tuntutan jaksa Nur Ika Yutanita SH yang sebelumnya menuntut 2,5 tahun penjara.
Dalam amar putusan majelis hakim terungkap, terdakwa awalnya sekitar bulan Juli 2019 membeli pil warna putih berlambang Y melalui facebook kepada akun Kadal Gurunya. Dari pembelian itu terdakwa mendapatkan sebanyak 200 butir dengan harga sebesar Rp 300 ribu lalu sebagian dikonsumsi sendiri.
Selanjutnya pada Minggu 22 September 2019 pukul 18.30, terdakwa yang berada di rumahnya didatangi saksi Afri Afan Wibowo dengan tujuan mau membeli pil warna putih berlambang Y. Setelah itu terdakwa menjual kepada saksi Afri Afan Wibowo sebanyak 10 plastik klip bening yang tiap-tiap plastik berisi 10 pil warna putih berlambang Y dengan harga Rp 200 ribu.
Setelah itu pada Selasa 24 September 2019 pukul 02.00 langsung ditangkap petugas Satresnarkoba Polres Bantul di rumahnya. Ketika dilakukan penggeledahan ditemukan barang berupa 1 buah plastik klip bening yang berisi 3 pil warna putih berlambang Y. Barang tersebut disimpan di atas kandang ayam di depan rumah terdakwa.
Untuk itu terdakwa beserta barang bukti langsung dibawa ke Polres Bantul guna pemeriksaan lebih lanjut. Selama ini diketahui terdakwa tidak memiliki keahlian dalam bidang kefarmasian atau obat-obatan dan tidak memiliki izin dari Departemen Kesehatan RI sehingga terdakwa tidak berwenang untuk mengedarkan obat jenis Pil Trihexypenidhyl dan Pil Trihexyphenidyl termasuk obat dalam daftar G.
Berdasarkan Berita Acara Pemeriksaan Laboratoris Kriminalistik Nomor LAB : 2444/NOF/2019, tanggal 3 Oktober 2019, yang dikeluarkan oleh Pusat Laboratorium Forensik Bareskrim Polri Laboratorium Forensik Cabang Semarang, barang bukti tablet warna putih berlogo Y tidak mengandung Narkotika atau psikotropika. Tetapi obat tersebut mengandung trihexypenidyl termasuk dalam daftar obat keras atau daftar G. (C-5)


Read previous post:
ilustrasi
DALANG INVESTASI BODONG DIBURU-Ada Korban Alami Kerugian Rp 11 M

DEPOK (MERAPI)- Petugas Unit Reskrim Polsek Depok Timur dibackup Polda DIY masih memburu pelaku penipuan modus investasi bodong yang merupakan

Close