Tak Diberi Uang untuk Pacaran, Anak Ancam Ibu Pakai Pedang

DEPOK (MERAPI)- Seorang pelajar SMK, D (16) warga Ngentak, Caturtunggal, Depok, Sleman nekat mengancam ibu kandungnya dengan pedang. Gara-garanya, dia emosi lantaran tak diberi uang Rp 100 ribu untuk pacaran. Yang mengagetkan, di kamar pelaku, polisi menemukan belasan pucuk senjata tajam berbagai jenis.
Hingga Senin (27/1), polisi masih memburu D. Dia diketahui pergi dari rumah usai kejadian itu. Kapolsek Depok Barat Kompol Rachmadiwanto kepada wartawan kemarin membenarkan kejadian tersebut. Dia mengatakan, ada 12 pucuk senjata tajam yang diamankan dari rumah D. “Total senjata tajam itu ada 12, terdiri dari 5 sabit, 4 clurit, 2 pedang dan 1 gergaji terbuat dari galvalum,” beber Kompol Rachmadiwanto.

Kompol Rachmadiwanto mengatakan, peristiwa itu bermula saat D menelepon ibunya untuk meminta uang Rp 100 ribu, dengan nada marah-marah pada Rabu (22/1) lalu. Alasannya, dia ingin pergi dengan pacarnya. Saat itu ibu pelaku berada di luar rumah, sedang pelaku di rumah.
Karena takut, korban lantas minta tolong tetangganya untuk menenangkan anaknya itu. Korban kemudian pulang ke rumah untuk berbicara dengan anaknya tersebut. Saat itu korban tak memberikan uang dengan alasan tak punya. Hal ini membuat pelajar SMK itu emosi. Dia kembali marah-marah dan berteriak di depan ibunya tersebut. Puncaknya, dia menghunuskan pedang ke arah ibunya. Sambil marah-marah, pelaku mengancam melukai ibunya kalau tidak memberikan uang.

“Awalnya D ini mengancam ibunya. Korban kemudian meminta tolong polisi. Saat tahu ada polisi, pelaku langsung membuang pedang,” katanya.
Merasa kuwalahan, ibu pelaku lantas memberitahu polisi kalau di kamar anaknya banyak terdapat senjata tajam. Setelah dicek ternyata benar, dan temuan itu kemudian dilaporkan ke Mapolsek Depok Barat.
“Setelah mendapat laporan itu, anggota langsung datang ke TKP. Kita berikan pebinaan terhadap D, tapi dia justru pergi dari rumah,” tandasnya.

Kompol Rachmadiwanto mengatakan, saat ini pihaknya masih terus melakukan penyelidikan terkait kepemilikan senjata itu. Pasalnya berdasarkan pengakuannya, senjata tajam tersebut milik temannya.
“Pengakuannya senjata itu milik temannya, tapi masih kita lakukan penyelidikan. Kita tidak proses UU Darurat karena tidak ada laporan dari ibu D. Kita serahkan pada Bhabinkamtibmas agar dilakukan pembinaan,” jelasnya. (Shn)

Read previous post:
ilustrasi
Warga Bantul Tewas Usai Digigit Anjing

BANTUL (MERAPI)- Seorang warga Sumbermulyo, Bambanglipuro, Bantul, Yusnita Jamiasih dikabarkan meninggal dunia Sabtu (25/1) pagi usai menjadi korban gigitan anjing.

Close