Tanpa Petugas Jogoboro, Pedagang Liar Muncul Lagi di Malioboro

GONDOMANAN (HARIAN MERAPI) – Sejumlah pedagang liar kembali bermunculan di kawasan Malioboro memanfaatkan minimnya pengawasan dari petugas keamanan Jogoboro yang hingga kini masih dalam proses pengadaan. Pengawasan dari Satpol PP sebagai pengganti sementara Jogoboro tidak bisa optimal.

Kepala Satpol PP Kota Yogyakarta Agus Winarto mengakui kemunculan pedagang-pedagang liar di kawasan Malioboro selama sebulan ini. Terutama di pedestrian yang menjadi area larangan untuk berjualan seperti di kawasan Titik Nol Kilometer.

“Kami sudah lakukan penertiban pedagang liar di Malioboro. Tapi mereka ‘kucing-kucingan’. Pas petugas kami ada di lokasi, bersih tidak ada pedagang liar. Pas petugas nggak ada, muncul lagi,” kata Agus, Senin (27/1).

Agus mengutarakan sudah menertibkan puluhan pedagang liar di kawasan Malioboro. Para pedagang liar yang terjaring operasi penertiban tersebut lansung diproses yustisi tindak pidana ringan (tipiring). Namun dalam penertiban itu diakuinya, terkadang tidak bisa menjaring semua pedagang liar.

“Saat kami operasi di lapangan, pedagang pada minggir pindah ke selatan Pasar Beringharjo. Pedagang liar yang kami tertibkan langsung dikenai tipiring, tidak ada negosiasi,” tegasnya.

Menurutnya pedagang liar muncul kebanyakan menjelang akhir pekan mulai Jumat hingga Minggu. Seluruh personel di Satpol PP diterjunkan untuk pengawasan di kawasan Malioboro, terutama selama belum ada Jogoboro. Tanda larangan tidak boleh berjualan sudah dipasang di beberapa titik di kawasan Titik Nol Kilometer, tapi diakuinya pedagang liar tetap nekat.

Sementara itu Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Malioboro Ekwanto personel Jogoboro masih dalam proses pengadaan yang ditargetkan selesai pada akhir Januari 2020. Untuk itu selama bulan Januari pengamanan dan pengawasan kawasan Malioboro dipegang oleh Satpol PP Kota Yogyakarta. Sedangkan petugas kebersihan Malioboro diampu Dinas Lingkungan Hidup setempat.

“Tanggal satu Februari Jogoboro mulai beroperasional kembali. Memang tidak ada Jogoboro repot banget,” ucap Ekwanto. Untuk pengadaan Jogoboro tahun 2020 tetap sama sebanyak 110 orang yang terbagi dalam 3 giliran jaga. (Tri)

Read previous post:
Cegah Klitih, Sekolah Tambah Jam Belajar

BANGUNTAPAN (MERAPI)- Kapolsek Banguntapan, Kompol Suhadi menyebut pelajar SMP rawan menjadi pelaku klitih. Untuk itu perlu peran serta berbagai pihak

Close