Penggunaan Vape Kian Mengkhawatirkan

TREN penggunaan e-cigarette (rokok elektrik) atau vape semakin masif, bahkan sampai kalangan remaja putra-putri dan anak-anak. Dilatarbelakangi kondisi mengkhawatirkan tersebut, Majelis Tarjih Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengeluarkan fatwa, merokok vape hukumnya haram.

Hal ini ditegaskan Anggota Divisi Fatwa dan Pengembangan Tuntunan Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Wawan Gunawan Abdul Wahid Lc MAg saat menjadi narasumber forum Silaturahmi Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan Aisyiyah se-Jawa Tengah dan DIY dalam rangka Mewujudkan Kawasan Tanpa Rokok di Gedung PP Muhammadiyah Jalan Cik Di Tiro Yogya, akhir pekan lalu.

Adapun fatwa terkait larangan vape tertuang dalam surat keputusan Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Nomor 01/PER/I.1/E/2020 tentang hukum merokok e-cigarette pada 14 Januari 2020 di DIY. Langkah ini diharapkan pula untuk membantu negara menyelamatkan generasi muda dari ancaman kecanduan rokok, baik rokok konvesional maupun elektrik.

“Merokok elektrik hukumnya adalah haram sebagaimana rokok konvensional, karena termasuk kategori perbuatan mengkonsumsi khaba’its atau sesuatu yang merusak atau membahayakan,” jelas Wawan.

Beberapa contoh alasan lain, lanjutnya, karena dampak buruk vape dapat dirasakan baik dalam jangka pendek maupun panjang. Bahkan pembelanjaan rokok elektrik merupakan perbuatan pemborosan, sebagaimana diisyaratkan dalam Alquran Surat Al-Isra Ayat 26-27. Ditambah lagi, merokok vape bertentangan dengan unsur-unsur tujuan syariah yakni perlindungan agama, jiwa-raga, akal, keluarga dan harta.

“Selain itu merokok e-cigarette bertentangan dengan prinsip-prinsip kesempurnaan Islam, iman dan ihsan,” tandas Wawan.

Adapun  kegiatan yang diprakarsai Muhamadiyah Tobacco Control Center Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (MTCC UMY) dan MTCC Universitas Muhammadiyah Magelang ini dibuka oleh Rektor UMY Dr Ir Gunawan Budiyanto MP IPM. Dalam sambutannya, Gunawan antara lain memaparkan, sebagai salah satu Amal Usaha Muhammadiyah yang bergerak di bidang pendidikan, UMY juga berusaha ikut berperan aktif dalam mengampanyekan kawasan bebas asap rokok. Bahkan berbagai upaya terus dilakukan agar lingkungan kampus sebagai wilayah yang aman, nyaman, sehat, asri dan terbebas dari asap rokok.

“Selain itu edukasi mengenai rokok kepada masyarakat penting juga dilakukan secara masif, semoga bisa menjadi pahala bagi kita untuk saling mengingatkan dalam kebaikkan. Kami juga memiliki program KKN tematik dalam rangka membantu mewujudkan kawasan tanpa rokok,” jelasnya.

Edukasi kepada masyarakat untuk mengkampanyekan kawasan tanpa asap rokok baik dari rokok konvensional maupun elektrik ketika menggandeng perguruan tinggi, sebutnya, konten edukasinya akan lebih kuat. Apalagi saat ini, langkah edukasi akan lebih efektif dibanding budaya melarang. Penting pula mengingatkan, bahwa menginvestasikan uang untuk rokok termasuk hal merugi, serta merokok akan melemahkan fungsi tubuh secara pelan-pelan. (Yan)


MERAPI-SULISTYANTO
Foto bersama narasumber dan sebagian panitia silaturahmi.
  

Read previous post:
Tanpa Petugas Jogoboro, Pedagang Liar Muncul Lagi di Malioboro

GONDOMANAN (HARIAN MERAPI) - Sejumlah pedagang liar kembali bermunculan di kawasan Malioboro memanfaatkan minimnya pengawasan dari petugas keamanan Jogoboro yang

Close