KISAH MISTIS DI BALIK EKSOTISNYA LAVA BANTAL (2-HABIS)-Pengendara Motor Kecelakaan Hindari Pocong

TERBENTUKNYA Lava Bantal di Berbah, Sleman terbentuk akibat proses pertemuan lahar panas dan dingin air laut yang terjadi jutaan tahun lalu. Bahkan jenis batu lahar yang telah membeku itu diduga usianya lebih tua jauh sebelum pulau Jawa terbentuk.
Karena usianya itu, tak heran jika berbagai cerita mistis kerap timbul di wilayah yang kini dijadikan objek wisata andalan di Kabupaten Sleman tersebut. Salah satunya adalah keberadaan makam gemblung yang menjadi pusat dari keberadaan makhluk tak kasat mata.
Makam gemblung sendiri berada di pinggir jalan persis sebelum objek wisata Lava Bantal. Kondisi makam yang berada lebih tinggi dari badan jalan itu, dulunya terdapat sebuah petilasan penyiar agama yang kini dikenal sebagai penunggu dari Lava Bantal.

“Di sana (makam gemblung) dulu ada petilasan Mbah Jugil. Dulunya ia seorang penyiar agama. Mungkin 1001 orang yang pernah melihat (sosok) Mbah Jugil. Tapi kalau orang yang tahu, beliaunya itu ganteng dan auranya positif,” ungkap seorang warga lokal, Sugiri (60).
Petilasan Mbah Jugil masih ada di makam gemblung yang dikenal masyarakat sekitar dengan nama Sambidoyong. Terdapat sebuah pohon kecacil yang sudah ada namun besar dan tinggi pohon itu tidak pernah berubah.
“Sambidoyong dari saya kecil sampai gede itu pohonnya tetap segitu. Pohon kecacil tapi sudah ratusan tahun ukurannya selalu segitu,” terangnya.
Digambarkan Sugiri, makam gemblung juga sering dibuat sebagai tempat pertemuan para jin dan makhluk halus. Selain di makam, pertemuan itu juga dilakukan di sekitar sungai di Lava Bantal.
“Situ (makam gemblung) itu kayak tempat pertemuan aja. Ada undangan gitu dari mana-mana yang datang, kadang di situ kadang di sungai juga,” tambahnya.

Selain menjadi tempat perkumpulan makhluk halus, diungkapkan Sugiri, makam gemblung juga sering dijadikan tempat semedi. Diketahui di makam tersebut masih ada sejumlah makam abdi dalam kraton yang dimakamkan di tempat tersebut.
Membahas makam gemblung, berbagai cerita dari luar warga sekitar adalah seringnya terjadi kecelakaan di ruas jalan yang berdampingan dengan makam tersebut. Meskipun tidak sampai meninggal, berbagai kecelakaan yang terjadi dimitoskan karena menghindari maupun menabrak makhluk halus.
“Kejadiannya banyak sekali, terutama di jalan yang berkaitan dengan pengendara jalan. Korban kecelakaan itu bilangnya nabrak jin, ada yang bilang hindari pocong. Belum lama kemarin pas ngecor sayap di samping taman lava bantal itu, yang bawa molen itu katanya mobilnya dibelokin sama mbah-mbah, setelah ditelepon sama yang mau ngecor kok belum sampai, baru sadar,” imbuhnya.

Selain makam gemblung, keberadaan jembatan gemblung juga diyakini penuh hal mistis. Beberapa cerita datang saat proses pembangunan jembatan yang kini digunakan sebagai akses utama masyarakat itu.
“Kita tak tahu cerita mitosnya, tapi yang mengambil barang di situ pasti sakit. Misal ada pohon yang ditebang, terus ngambil rantingnya dibawa pulang pasti orangnya sakit dan harus dikembalikan lagi,” ujarnya.
Sugiri juga pernah membuatkan sebuah tempat untuk makhluk tak kasat mata yang berada di pintu air bawah jembatan gemblung. Makhluk tak kasat mata itu merasa kehilangan tempat saat jembatan itu dibangun.
“Saya buatkan di bawah jembatan itu, di tempat lampu itu, karena memang dia gak ada tempat karena jembatannya dibangun,” paparnya.
Keanehan saat proses pembuatan jembatan gemblung pun juga diakui oleh Suharno warga Dusun Watuadek, Desa Jogotirto. Dari cerita yang beredar saat itu, tanah di sekitar jembatan yang akan dibangun itu tidak bisa dipindah ke lokasi lain.

“Pas pembangunan itu tanahnya digaruk dibawa pergi. Anehnya, tak bisa dibuang. Jadinya dibawa balik lagi,” ungkapnya.
Cerita mistis di jembatan gemblung juga dibenarkan Suharno walaupun ia belum pernah menyaksikan langsung. Belum lama ini tetangganya melihat penampakan kerangka manusia saat melintasi jembatan tersebut.
“Teman kerja saya pulang malam, dia lihat kerangka orang di sebelah barat jembatan itu. Belum lama ini. Memang tidak sembarang orang mesti melihat seperti itu,” tutupnya.(C-8)

Read previous post:
FOPI dan HI Resmi Masuk KONI DIY

YOGYA (HARIAN MERAPI) - Dua pengurus daerah (pengda) cabang olahraga (cabor) baru di DIY, yakni Federasi Olahraga Pentaque Indonesia (FOPI)

Close