Kesurupan, 7 Siswi Mendadak Pingsan Bersamaan

BULAKSUMUR (MERAPI)- Tujuh orang siswi salah satu SMA di Godean, Sleman mengalamai kesurupan massal pada saat menggelar acara pentas musik di Gedung PKKH UGM, BUlaksumur, Depok, Sleman, Sabtu (25/1) petang. Mereka berteriak histeris dan tiba-tiba tak sadarkan diri hampir bersamaan.
Dari tujuh siswi itu, diketahui empat di antaranya adalah penari yang mengisi saat pembukaan acara dan 3 lainnya panitia acara dari gelaran musik itu. Mereka tiba-tiba tak sadarkan diri saat acara musik tengah berlangsung.
Kanit Reskrim Polsek Bulaksumur Iptu Fendi Timur saat dikonfirmasi wartawan Minggu (26/1) membenarkan kejadian itu. Menurutnya, peristiwa kesurupan yang menimpa tujuh siswi tersebut dilaporkan ke Polsek sekitar pukul 18.30 WIB.

“Setidaknya ada tujuh siswi tak sadarkan diri dalam waktu yang bersamaan saat acara berlangsung,” beber Iptu Fendi.
Dikatakan, kesurupan itu bermula saat sejumlah penari bertopeng yang merupakan siswi sekolah tersebut membuka acara. Kemudian setelah pemberikan pertunjukan, tiba-tiba ada salah satu penari berteriak sambil membuang topeng.
Dalam waktu yang berdekatan, tiga penari lainnya tertular lalu berteriak secara tidak jelas. Mereka kemudian tak sadarkan diri secara bersamaan. Selang beberapa menit setelah kejadian, tiga siswi dari panitia acara yang tengah duduk di gedung pojok utara atau sebelah timur gedung PKKH mengalami hal yang sama. “Tiba-tiba mereka langsung tidak sadarkan diri hampir bersamaan,” katanya.

Atas kejadian itu, panitia langsung memanggil petugas kepolisian yang berada di lokasi untuk mengamankan kegiatan. Dengan dipimpin Iptu Fendi Timur, polisi langsung mendatangi lokasi kejadian dan memindahkan korban.
“Tujuh sisiwi tersebut langsung ditangani oleh ahlinya dan dibantu panitia acara yang berjaga. Usai pingsan, mereka masih berteriak-teriak histeris dan menangis,” beber Iptu Fendi.
Dari hasil pemeriksaan, rata-rata mereka kesurupan diduga karena faktor kecapekan dan pikiran kosong. Menurutnya, sontak pertunjukan yang dihadiri ribuan siswa ini geger dengan kejadian itu. “Meski terjadi insiden kesurupan, tapi acara tetap dilanjutkan dan dapat diselesaikan sebagaimana mestinya,” ujar Iptu Fendi.

Dikatakan Iptu Fendi, peristiwa kesurupan massal di kalangan pelajar pada saat berkegiatan bukanlah kabar baru. Untuk itu Iptu Fendi mengimbau kepada siswa-siswi untuk selalu menjaga kondisi kesehatannya baik fisik maupun psikis sebelum menggelar kegiatan. Mereka juga diminta waspada terhadap apapun baik yang kasat mata maupun tidak.
“Saya imbau pada para siswa jangan sampai kosongkan pikiran. Jangan lupa makan dan berdoa,” pungkasnya. (Shn)

Read previous post:
ilustrasi
PENGANIAYAAN TAK DILANJUT KE JALUR HUKUM-Rubingah dan Ngadirin Saling Memaafkan

SLEMAN (MERAPI)- Polisi menghentikan penyidikan kasus penganiayaan terhadap Rubingah usai kepergok ngutil mangga di pasar. Pelaku yang menendang dan menyeret

Close