NENEK KORBAN PENGANIAYAAN BANJIR SIMPATI-Rumah Direnovasi, Tiap Bulan Terima Uang

SLEMAN (MERAPI)- Nenek Rubingah (60), janda sebatang kara yang mendadak viral setelah dianiaya di pasar Potrojayan, Prambanan, Sleman lantaran mengutil buah mangga banjir simpati dan dukungan. Pemerintah daerah siap memberikan bantuan berupa uang bulanan, sedang dermawan lain mengaku siap merenovasi rumah Rubingah di Dusun Kranggan 1, Jogotirto, Berbah, Sleman.
Seperti diketahui, nenek Rubingah mendadak kondang setelah video penganiayaannya di pasar Potrojayan (Sebelumnya ditulis Gendeng), Preambanan viral di media sosial, pekan lalu. Saat itu, Rubingah ditendang, diseret kemudian bawaannya dirampas oleh seorang laki-laki karena kepergok mengutil buah mangga. Setelah ditelusuri, ternyata Rubingah tinggal sebatang kara dan kondisi rumahnya memprihatinkan.
Atas kondisi tersebut, Dinas Sosial Kabupaten Sleman sudah terjun ke lapangan guna mengumpulkan sejumlah informasi. Pihak pemerintah langsung merespons kondisi sosial Rubingah dengan memberikan jaring pengaman sosial (JPS).

“Kita cari informasi juga bagaimana kondisi ibu Rubingah itu. Ternyata usianya tahun ini baru 60 tahun dan masuk usia lansia. Ini kami berikan JPS sebagai loncatan nanti kita akan usulkan masuk bantuan lanjut usia,” ungkap Sekretaris Dinas Sosial, Epiphana Kristiyani kepada wartawan, Jumat (24/1).
Bantuan JPS sosial, dilanjutkan Epiphana, merupakan bantuan insidentil salah satunya kepada warga lanjut usia telantar yang belum terdaftar asistensi sosial dari APBN. Nantinya Rubingah akan menerima uang tunai sebesar Rp 200 ribu per bulan dari JPS.
“Ibu Rubingah ini tidak mendapatkan bantuan karena umurnya belum masuk kategori lansia (60 tahun). Makanya ini kita tangkap dulu dengan JPS, sembari kita akan usulkan mendapatkan bantuan secara reguler,” tandasnya.

Dinsos Sleman kedepannya akan mengusahakan Rubingah masuk ke dalam penerima bantuan reguler kategori lanjut usia. Setelah terdaftar penerima bantuan secara reguler, Rubingah akan menerima bantuan sampai Rp 200 ribu per bulan.
“Bantuannya reguler berupa uang bulanan sekitar Rp 100 sampai 200 ribu per bulan. Karena ibu Rubingah ini sendiri, nanti penyerahannya bisa dibantu lewat petugas di lapangan maupun pak dukuh,” ujarnya.
Selain mendapatkan JPS dan diusahakan menjadi penerima bantuan secara reguler, Dinsos Sleman juga akan mengusahakan adanya aliran listrik di rumah milik Rubingah. Diketahui rumah lansia tersebut tidak dialiri listrik sama sekali.

“Kita juga akan membantu memberikan solusi dengan memasukkan Rubingah ke badan amil zakat nasional (Baznas) untuk mendapatkan layanan aktif supaya bisa mendapatkan bantuan listrik dan bantuan konsumtif Rp 600 ribu per tahun,” terangnya.
Terkait kondisi Rubingah yang mengalami depresi dan terkadang sering pergi dan tak kembali ke rumah, dijelaskan Epiphana, pihaknya akan juga melakukan pemantuan. Jika memang Rubingah kesulitan untuk hidup sendiri, pihak pemerintah akan membujuknya ke Panti Sosial Tresna Werdha Abiyoso di Kecamatan Pakem.

“Nanti kita lihat perkembangannya setelah diberi bantuan, bisa hidup sendiri atau tidak. Kalau beliau (Rubingah) kesulitan hidup sendiri, akan kita bujuk ke Panti Abiyoso milik pemerintah provinsi di Pakem itu,” jelasnya.
Terpisah, Suharmadi (44) Kepala Dusun Kranggan 1, Desa Jogotirto, Kecamatan Berbah menuturkan jika selama ini Rubingah sudah lama tidak mendapatkan bantuan. Setelah program bantuan beras miskin (raskin) dicabut, praktis Rubingah hidup dengan menjadi tukang pijat keliling dan terkadang meminta makanan di rumahnya.
“Dulu pas masih dapat raskin, tapi setelah dicabut sudah tidak dapat bantuan lagi. Iya (uangnya) hasil dari sebagai tukang pijat. Kadang kalau makan datang ke rumag saya,” tambahnya.

Terkait turunnya bantuan pemerintah Kabupaten Sleman pada Rubingah, Suharmadi menyambutnya dengan postif. Pihaknya juga siap membantu proses pengurusan bantuan jika diperlukan.
“Tentunya sangat berterimakasih langsung bisa direspons oleh dinas terkait. Tadi saya juga sudah mendatangi berkas yang diperlukan untuk JPS,” tutupnya.
Sementara itu, Kapolres Sleman AKBP Rizky menyebut berkah Rubingan ini adalah jalan tuhan. Dia mengatakan, rumahnya Ribungan sangat sederhana, lebih tepatnya miskin. Tidur di kamar tanpa dipan alias hanya beralaskan tikar.
“Ada hikmahnya di balik kejadian ini, banyak yang mau membantu untuk perbaikannya. Yang membantu mengurus mungkin pihak tetangga atau kadus setempat,” pungkasnya.(C-8/Shn)

Read previous post:
BANK BPD DIY BIMA PERKASA – Lepas Seagers, Tim Langsung Fokus Hadapi Tim Nasional

YOGYA (HARIAN MERAPI) - Bank BPD DIY Bima Perkasa mengakhiri kerjasama dengan dua legiun asing David Seagers dan Blake Truman.

Close