Ribut dengan Geng Motor, Kepala Dikepruk Helm

GAMPING (MERAPI)- Gara-gara ribut di jalan raya, gerombolan pemuda nekat menganiaya Kumoro Aji (26) warga Mejing Lor, Ambarketawang, Gamping, Sleman, Jumat (25/1) malam. Akibatnya korban harus menjalani perawatan di rumah sakit karena mengalmai luka serius. Beredar kabar jika pelaku merupakan gerombolan klitih, nampun polisi membantahnya.
Kapolsek Gamping Kompol Sudaryo melalui Kanit Reskrim Iptu Tito Satria Perdana, saat dikonfirmasi Sabtu (25/1) membenarkan kejadian itu. Dikatakan, peristiwa itu terjadi di Jalan Sidoarum-Patukan, Ambarketawang, Gamping. Kejadian itu bermula saat korban mengendarai sepeda motor berjalan dari arah utara ke selatan menuju Dusun Nyamplung, Balecatur, Gamping. Di Palang Pintu Kereta Patukan, korban terhenti karena ada kereta yang lewat.

Setelah palang pintu kereta terbuka, korban kemudian melanjutkan perjalanan. Dalam perjalanannya tersebut, di depannya terdapat rombongan pemuda dengan enam sepeda motor yang saling berboncengan.
Saat berjalan tersebut, tiba-tiba salah seorang dari kelompok pelaku melakukan pengereman secara mendadak sehingga korban menyerempet motornya. Pelaku tidak terima, korban kemudian dikejar oleh rombongan pelaku.
Sesampainya di lokasi kejadian korban diberhentikan. Tidak banyak berkata-kata, pelaku langsung menghajar korban. Korban mengalami luka sobek di kepala, luka memar di mata sebelah kanan, pelipis kiri, dan tangan kiri.

“Korban harus dijahit kepalanya, tiga jahitan. Pelaku yang melakukan penganiayaan satu orang menggunakan sepeda motor Honda Scopy Nopol AB 4076 JK. Penganiayan dilakukan dengan tangan kosong dan korban dipukul pakai helm,” beber Tito. Setelah puas melakukan penganiayaan terhadap korban, rombongan pelaku pergi ke arah selatan. Sedangkan korban yang mengalami luka-luka lantas ditolong warga yang melihat kejadian tersebut. “Warga yang mengetahui peristiwa itu langsung menolong korban dan berusaha menangkap pelaku. Namun pelaku berhasil melarikan diri,” tandasnya. Setelah mendapatkan perawatan di PMI Gamping, korban lantas diperbolehkan pulang, dan melapor ke Polsek Gamping. Kepada petugas korban mengaku mengetahui ciri-ciri pelaku dan plat nomor motornya.
“Korban mengetahui ciri-ciri pelaku, dan plat nomor yang digunakan. Saat ini pelaku masih dalam pengejaran,” kata Tito.

Kapolres Sleman AKBP Rizky Ferdiansyah menegaskan, aksi penganiayaan tersebut bukan kejadian klitih. Sebab dari hasil pendalaman, penganiayaan tersebut terjadi berawal dari kejadian kecelakaan. “Bukan seperti kejadian biasanya, orang tidak dikenal disabet tidak. Tapi didahuli dengan peristiwa, di mana korban menyerempet rombongan pelaku. Jadi dugaan sementara bukan klitih,” katanya.
Kendati demikian petugas masih melakukan pengembangan penyelidikan dan mendalami kasus ini. Di antaranya dengan melakukan olah TKP dan mengumpulkan data pendukung lain yang berhubungan dengan peristiwa itu. “Mudah-mudahan dari sini dapat kita telurusi, apalagi untuk motor dan nomer polisinya pelaku juga sudah diketahui,” pungkasnya. (Shn)

Read previous post:
MERAPI-TRI DARMIYATI Sejumlah guru PAUD mengikuti Diklat Kepemimpinan Manajemen & Kewirausahaan, mereka diharapkan dapat menjadi sosok pemimpin solutif di lembaganya.
Kepala PAUD Harus Mampu Berperan Sebagai Konselor

SOSOK ketua pada lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) diharapkan selalu menjaga dan merawat visi agar lembaga yang dipimpin selalu

Close