Gelar Safety Roadshow di Yogya, Grab Kampanyekan Aman untuk Semua

SLEMAN (HARIAN MERAPI)  – Grab menggelar Safety Roadshow di Yogyakarta, sekaligus mengenalkan inovasi fitur keamanan baru, yakni pusat keselamatan dan fitur pemantauan perjalanan bagi penumpang dan mitra pengemudi. Kegiatan ini merupakan bagian dari kampanye #amanuntuksemua yang bertujuan untuk terus mendorong kesadaran aman berkendara baik bagi mitra pengemudi maupun pelanggan Grab.

“Grab terus mempertahankan prestasinya sebagai perusahan aplikasi serba bisa dengan standar keamanan tinggi di Indonesia, dan sejalan dengan misi 2025 GrabforGood untuk terus memberikan akses transportasi yang aman untuk masyarakat. Saat ini di Yogyakarta, baik mitra pengemudi maupun penumpang akan merasa lebih aman dalam perjalanan berkat fitur terbaru berupa Safety Center dan Share My Ride, yaitu pemantauan perjalanan bagi penumpang dan mitra pengemudi,” papar Neneng Goenadi, Managing Director Grab Indonesia di The Rich Hotel Yogyakarta, Jumat (24/1).

Menurut Neneng, Grab juga menandatangani Perjanjian Kerja Sama dengan Forum Pengada Layanan (FPL) yang meneguhkan komitmen bersama untuk mencegah dan menangani korban kekerasan seksual, khususnya melalui pemberdayaan ekonomi perempuan penyintas kekerasan. Pihaknya berharap dengan kerja sama yang telah terjalin ini keamanan dan keselamatan dalam berkendara dapat terus meningkat, sehingga tercapainya angka kecelakaan nol insiden.

 “Kami juga berbahagia dapat mendukung misi FPL dalam membantu para perempuan penyintas kekerasan (violence survivor) yang ingin menjadi mandiri secara finansial melalui platform GrabRewards. Ini merupakan bukti nyata peran teknologi bagi kebaikan yang kami dorong lewat program GrabForGood,” ungkapnya. 

Kerja sama Grab Indonesia dan FPL disaksikan Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun dan Direskrimum Polda DIY. (Foto-foto: Istimewa)

Selain edukasi pencegahan, sebagai bagian dari kerja sama Grab dan FPL telah dilakukan kampanye donasi untuk FPL di platform GrabRewards yang dilakukan sejak bulan Desember 2019 sampai dengan 10 Januari lalu. Donasi yang terkumpul sebesar Rp 109.965.000 dari 2.860 pengguna aplikasi dan dana khusus dari Grab akan FPL gunakan untuk program pemberdayaan ekonomi perempuan penyintas di tiga area yaitu wiilayah Jawa, Sumatera dan Kalimantan, serta wilayah Indonesia Timur. Peserta program terbaik dari masing-masing wilayah akan mendapatkan bantuan modal agar bisa memulai usaha dan menjadi mandiri secara finansial.

Head of Platform Safety Grab Indonesia Mochammad Fadjar Wibowo mengutarakan, sejak diluncurkannya Roadmap Teknologi Keselamatan di bulan Oktober 2018, Grab melihat terjadi penurunan insiden yang dapat dicegah, sejak diluncurkannya Roadmap Teknologi Keselamatan di bulan Oktober 2018, Grab melihat terjadi penurunan insiden yang dapat dicegah sebesar 39 persen di Indonesia. Peluncuran Pusat Keselamatan dan fitur Pemantauan Perjalanan bagi Penumpang dan Mitra Pengemudi merupakan kelanjutan komitmen ini.

Menurutnya, adanya fitur Pusat Keselamatan membuatnya jauh lebih mudah diakses para pengguna, seperti Share My Ride/Bagikan Informasi Perjalanan yang menawarkan kepada penumpang opsi untuk memberi akses bagi keluarga atau orang tercinta melacak lokasi GPS mereka langsung dan status perjalanan. Fitur ini semakin ditingkatkan dengan memberikan perkiraan waktu kedatangan, serta rincian mitra pengemudi. 

Report a Safety Issue/Laporkan Masalah Keselamatan: Penumpang dapat dengan mudah melaporkan masalah keselamatan, misalnya, mengemudi yang tidak aman, kapan saja dalam perjalanan mereka sehingga Grab dapat mengambil tindakan cepat terhadap potensi insiden keselamatan.

Get Emergency Assistance/Dapatkan Pertolongan Darurat: Jika terjadi keadaan darurat, penumpang dapat meminta bantuan dari tim respon insiden Grab 24/7. Peringatan SMS yang berisi detail perjalanan mereka dan lokasi saat ini akan secara otomatis dikirim ke Kontak Darurat yang didaftarkan. Fitur ini juga telah ditingkatkan untuk memungkinkan penumpang melacak status bantuan darurat.

Fitur terbaru lainnya adalah fitur Pemantauan Perjalanan bagi Penumpang dan Mitra Pengemudi. Melalui fitur ini Grab menggunakan teknologi artificial intelligence (AI) untuk mendeteksi pemberhentian yang tidak direncanakan. Ketika sistem Grab mendeteksi pemberhentian yang tidak direncanakan, penumpang akan secara otomatis menerima pemberitahuan dalam aplikasi yang menanyakan apakah penumpang atau pengemudi memerlukan bantuan. Jika mereka membutuhkan bantuan, mereka akan diarahkan ke Pusat Keamanan di mana mereka dapat memilih satu atau lebih dari opsi berikut: membagikan detail informasi perjalanan kepada teman dan keluarga secara langsung, melaporkan masalah keamanan atau meminta bantuan darurat.

Direskrimum Polda DIY Kombes Pol Burkhan Rudy Satria mengutarakan, faktor keselamatan di jalan raya masih menjadi nomor sekian. Tiap tahun jumlah korban jiwa di jalan raya mencapai 24 ribu orang,  atau tiap jam sebanyak 4-5 orang meregang nyawa di jalan raya.

Masyarakat, lanjutnya, masih memandang kecelakaan adalah musibah, bukan risiko. Oleh sebab itulah, pengendara atau pengemudi sering abai memperhatikan kecakapan berkendara atau mengecek kendaraan sebelum bepergian. 

Selain itu, masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan twehadap tindak kekerasan teeutama yang menimpa perempuan. Tahun 2018 laporan pencabulan dan pemerkosaan di DIY sebanyak 13 kasus dan tahun 2019 menurun jadi 6 kasus. “Itu yang dilaporkan ke polisi, karena saya yakin kasus yang tidak dilaporkan banyak karena berhubungan dengan aib,” ujarnya. 

Sebelumnya, Grab sudah menjalankan Safety Riding Roadshow di Bandung, Makassar, Medan, Surabaya, dan Palembang. (Son) 

Read previous post:
Kementan Terus Upayakan Solusi Alih Fungsi Lahan Pertanian

JAKARTA (HARIAN MERAPI)- Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya mencari solusi mengatasi kondisi eksisting menyempitkan luas baku lahan pertanian yang disebabkan

Close