Dulu Terlibat Klitih, Kini Simpan Narkoba

DEPOK (MERAPI)- Petugas Dit Res Narkoba Polda DIY berhasil meringkus 15 orang pelaku kejahatan narkotika dan psikotropika dalam operasi yang digelar selama dua minggu terakhir. Salah satu pelaku yang dibekuk adalah TP, seorang pelajar. Dia baru saja bebas dari penjara lantaran terlibat aksi klitih yang menewaskan korban.
Dirresnarkoba Polda DIY Kombes Pol Ary Satriyan kepada wartawan, Kamis (23/1) mengatakan, dari 15 orang tersebut, 12 orang dilakukan penahanan, 2 direhabilitasi dan 1 dititipkan Balai Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Remaja (BPRSR) Yogyakarta.
“Satu orang ini dititipkan karena masih dibawah umur, statusnya masih pelajar SMA,” beber Kombes Pol Ary Satriyan, kepada wartawan.
Menurut Kombes Ary, para tersangka ini diamankan sejak awal Januari 2020. Modus yang dilakukan para tersangka untuk mendapatkan barang haram tersebut dengan cara membeli secara online pada orang yang tidak dikenal.
Setelah terjadi kesepakatan, tersangka lantas membayar dengan cara transfer selanjutnya barang dikirim melalui jasa ekspedisi. Setelah mendapat barang, selain digunakan sendiri juga dipecah menjadi paket kecil dan diedarkan.

“Modus bisnis dengan pesan melalui media sosial dan bertemu langsung. Tersangka ini mengantar barang dengan melalui paket dan turun alamat,” jelasnya.
Dari latar belakangnya, 9 tersangka berprofesi sebagai swasta, 6 mahasiswa dan pelajar, serta 2 orang berprofesi sebagai buruh. Saat ini petugas masih terus melakukan penyelidikan kasus penyalahgunaan narkotika ini.
Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yuliyanto menambahakan, salah satu pelaku, oknum pelajar berinial TP (16) warga Depok, Sleman ditangkap petugas Dit Res Narkoba Polda DIY karena menyimpan sejumlah paket tembakau gorila.
Padahal saat ditangkap, tersangka TP dalam masa pembebasan bersyarat atas kasus kejahatan jalanan klitih yang dilakukannya beberapa tahun lalu. TP ditangkap karena menyimpan tembakau gorila di rumahnya.

Dua tahun lebih tiga bulan silam, TP divonis 4 tahun dalam kasus klitih yang menyebabkan seorang warga tewas di Bantul. Setelah menjalani masa tahanan di LP Anak di Wonosari selama dua tahun, TP menjalani pembebasan bersyarat.
“TP dulu pelaku kriminal dan saat ditangkap dalam kasus tembakau gorila, ia sedang menjalani masa pembebasan bersyarat. TP ditangkap di rumahnya wilayah Depok Sleman,” ujar Kombes Pol Yuliyanto.

Karena masih di bawah umur, saat ini TP dititipkan di BPRSR Yogyakarta. Dari pengungkapan itu petugas berhasil menyita barang bukti 37,62 gram ganja, 24,11 gram gorila, 4,66 sabu, 280 butir psikotropika golongan IV dan 6.730 butir obat berbahaya.
“Kalau dilihat dari kuantitas, barang bukti yang kami sita memang sedikit karena DIY masih tahap pembeli,” pungkasnya.(Shn)

Read previous post:
Pakan Racikan Berkualitas Pengaruhi Ocehan

SEBAGIAN jenis burung ocehan dan anggungan senang makan campuran biji-bijian. Tak jarang hobiis sampai pembudidaya burung tersebut meracik sendiri campurannya.

Close