REKAM HUBUNGAN SEKS UNTUK MEMERAS- Tipu Selingkuhan Diganjar 9 Bulan Penjara


Terdakwa dibawa ke mobil tahanan usai menjalani sidang di PN Bantul. (MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)
Terdakwa dibawa ke mobil tahanan usai menjalani sidang di PN Bantul. (MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)

BANTUL (MERAPI) – Terdakwa Jinggo Sinaga (45) yang terbukti bersalah memeras selingkuhannya diganjar hukuman 9 bulan penjara potong masa tahanan dalam sidang yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Bantul, Kamis (23/1). Hukuman yang dijatuhkan lebih ringan dari tuntutan jaksa Affif Panjiwilogo SH yang awalnya menuntut 10 bulan penjara.
Dalam amar putusan terungkap, terdakwa sebelumnya pada Rabu 4 September 2019 menemui saksi korban Budi Irawati yang sedang berada di Simpang Tiga Jodog Jalan Srandakan Pandak Bantul untuk menunggu angkutan umum.


Saat itu terdakwa dengan menggunakan sepeda motornya mendekati saksi korban berkenalan dan saling bertukaran nomor handphone untuk dapat berkomunikasi lebih lanjut.
Selanjutnya pada 12 September 2019 Sekira pukul 11.00 WIB saksi korban bersama dengan terdakwa pergi ke Pantai Parangtritis dan menyewa kamar penginapan di dekat pantai untuk melakukan hubungan badan layaknya suami istri.
Setelah itu pada 20 September 2019 di warung angkringan Jalan Mangkubumi Yogyakarta terdakwa bertemu dengan Yanto dan menyampaikan niatnya untuk bekerja sama melakukan pemerasan terhadap saksi korban dengan cara terdakwa mengajak saksi korban untuk melakukan hubungan badan dan akan direkam.


Kemudian terdakwa meminta Yanto untuk mengirim pesan Whatsapp kepada saksi korban yang berisi ancaman akan menyebarkan video hubungan badan antara saksi korban dengan terdakwa bila tak mau memberi sejumlah uang.
Usai melakukan hubungan badan di warung bakso Pantai Parangtritis saksi korban mengatakan menerima Whatsapp dari orang yang mengaku tetangganya meminta uang Rp 20 juta. Bila tak dikasih video tersebut akan disebarluaskan.


Saat itu terdakwa juga mengaku mendapat ancaman serupa kemudian mengeluarkan amplop coklat yang diakui berisi uang Rp 12 juta dan meminta saksi korban menambah kekurangan Rp 8 juta. Karena ketakutan saat itu saksi korban mengambil uang dari ATM sebesar Rp 5 juta dan mengambil perhiasan emas dijual Rp 8 juta.
Tetapi uang dari saksi korban digunakan untuk kepentingan pribadinya. Karena selama ini terdakwa telah merencanakan untuk melakukan pemerasan saksi korban. (C-5)

Terdakwa dibawa ke mobil tahanan usai menjalani sidang di PN Bantul. (MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)

Read previous post:
NGAKU RESERSE PERAS HP- Terdakwa Dikembalikan ke Orangtua

BANTUL (MERAPI) -Terdakwa AH (16), pelajar SMP yang mogol sekolah warga Kasihan Bantul akhirnya dihukum mengganti 2 HP hasil pemerasan

Close