BELI RIBUAN PIL KOPLO DI MEDSOS- 9 Pengedar Narkoba Dibekuk


Petugas saat menunjukkan barang bukti. (MERAPI-SAMENTO SIHONO)
Petugas saat menunjukkan barang bukti. (MERAPI-SAMENTO SIHONO)

SLEMAN(MERAPI)- Satresnarkoba Polres Sleman berhasil meringkus sembilan orang tersangka pengedar pil koplo jenis trihexyphenidyl. Petugas juga menyita barang bukti 7.590 butir pil trihexyphenidyl.
Saat ini pelaku beserta barang bukti telah diamanakan di Mapolres Sleman guna dilakukan penyelidiakan lebih lanjut. Petugas juga masih memburu bandar yang mengirim barang haram tersebut pada para pelaku.


“Kita masih lakukan penyidikan kemungkinan adanya tersangka lain. Kita juga masih memburu bandar pil tersebut,” beber Kasat Narkoba Polres Sleman AKP Andhyka Doni, kepada wartawan, Rabu (22/1).
Terungkapnya kasus itu bermula dari adanya laporan dari masyarakat tentang peredaran pil koplo di daerah Imogiri Bantul. Dari laporan itu petugas mulai melakukan penyelidikan, dengan mencari informasi tersebut.


Alhasil petugas berhasil mengidentifikasi salah satu tersangka, RS yang menjadi pengedar barang tersebut. Tidak mau buruannya lepas, petugas kemudian mencari keberadaan tersangka dan berhasil mengamankanya di Gedongkuning.
Dari tangan RS petugas menemukan dua botol pil trihexyphenidyl berisi 2000 butir pil dan handphone. Saat dilakukan pemeriksaan sebagain barang telah dititipkan pada pacarnya berinisial RI (31) warga Bambanglipuro, Bantul.


“Setelah mendapat kiriman barang secara online, oleh RS pil trihexyphenidyl dipecah menjadi paket kecil berisi 10 butir dan dititipkan pada tersangka RIS,” katanya.
Paket-paket kecil tersebut oleh tersangka RI kemudian diedarkan pada teman berinisial AS (25) warga Sanden, Bantul. Selanjutnya petugas melakukan penangkapan terhadap dua tersangka di wilayah Srigading Bantul.


Dari penangkapan itu petugas menemukan barang bukti berupa 46 paket pil masing-masing berisi 10 butir, handphone dan uang Rp 220 ribu. Tersangka dan barang bukti selanjutnya digelandang ke Mapolres Sleman.
Saat dilakukan pengembangan, petugas juga berhasil mengamankan IN (25) warga Sanden Bantul. Dengan barang bukti tujuh butir pil Alprazolame, IN ditangkap di Dusun Sorekan, Srigading Bantul.


Dalam pengembangan petugas mengamankan empat tersangka lain yakni NR (24) warga Sanden Bantul, MI (18) warga Terban Yogyakarta, AJ (26) warga Tegalrejo Yogya, RD (25) warga Tridadi dan AY (19) warga Bumijo Yogya.
“Dari lima orang itu kita amankan barang bukti 36 butir pil alprazolam, 157 butir pil camlet, 1.400 butir pil trihexiphenidyl, handpone, dan uang Rp 700 ribu,” jelas AKP Andhyka.
Setelah dilakukan pemeriksan terhadap tersangka, barang haram tersebut didapatkan dari tersangka RS dengan cara beli melalui media sosial. Setelah transaksi selesai dilakukan, paket kemudian dikirim melalui jasa ekspedisi.


“Tersangka utamanya yakni RS yang membeli secara online kemudian diecer pada teman-temannya. Sasarannya semua masyarakat yang membutuhkan pil tersebut,” kata Andhyka.
Sementara itu KBO Narkoba Polres Sleman Ipda Farid M Nur menambahakan, dari pengakuan tersangka RS, ia sudah setahun lebih melakukan bisnis haram tersebut. Motif ekonomi menjadi alasan RS melakukan pekerjaan ini.


“Motif karena ekonomi, ia beli secara online kemudian dijual dengan paket kecil berisi 10 butir seharga Rp 30 ribu,” beber Farid.
Atas perbuatannya para tersangka dijerat dengan pasal 196 dengan ancaman 10 tahun penjara dan denda 1 milyar, dan pasal 197 dengan pidana penjara 15 tahun, serta denda 1,5 milyar. (Shn)


Read previous post:
Petani di Barito Utara Dapat Pelatihan Tematik Alsintan

BARITO UTARA  (HARIAN MERAPI) - Bantuan alat mesin pertanian (alsintan) telah banyak digelontorkan pemerintah untuk petanian. Agar alsintan optimal, petani

Close