PELAKU PERDAYA 4 JANDA-Kapten TNI Gadungan Sukses Nikahi Korban

BANTUL (MERAPI)- Sel tahanan Polres Bantul menjadi akhir petualangan seorang anggota TNI gadungan, Skm warga Prambanan, Klaten, Jawa Tengah. Dia mendekam di penjara setelah dilaporkan oleh seorang janda yang menjadi korban tipu muslihatnya. Bahkan residivis yang belum genap setahun keluar dari penjara ini mengaku telah menipu para wanita itu luar dalam. Berbekal pakaian dan kartu anggota TNI, pria 45 tahun ini setidaknya sudah memperdaya empat wanita, salah satunya dinikahi secara siri.
Skm terus menundukkan kepalanya saat dibawa keluar dari ruang tahanan menuju ke lobby Mapolres Bantul, Selasa (21/1) pagi. Sesekali dia mencoba memalingkan wajahnya saat sorot kamera wartawan merekam pria yang memiliki tiga nama tersebut. Kepada para teman wanitanya, penipu ulung ini memperkenalkan diri dengan nama Andi Saputro, Agung Setiawan, atau Angga Setiawan. Beberapa waktu terakhir, pria berstatus duda ini tinggal di sebuah indekos di Ngestiharjo, Kasihan Bantul.

Kasat Reskrim Polres Bantul, AKP Riko Sanjaya Kasus mengatakan, kasus ini terbongkar lantaran seorang janda berumur 47 tahun, Habibah warga Panggungharjo, Sewon, Bantul melapor polisi karena merasa menjadi korban penipuan pelaku yang berjanji akan menikahinya. Korban termakan janji manis TNI gadungan ini hingga beberapa kali memberikan uang dengan total mencapai Rp 36 juta. Anak korban menurut Riko, sempat curiga dengan calon ayahnya tersebut lantaran dia terus meminta uang. Beruntung, sebelum menikah korban sudah melapor ke Polres Bantul. Polisi segera bertindak cepat mengamankan pelaku. “Pelaku ini ngomongnya mau menikahi korban, setiap tersangka meminta uang dengan berbagai alasan, selalu diberikan oleh korban,” jelasnya.

AKP Riko menceritakan bahwa pertemuan Skm dan Habibah ini pertamakali pada bulan Agustus 2019. Saat dikenalkan oleh teman korban, pelaku menggunakan nama Agung Setiawan, seorang anggota TNI yang bertugas di Korem Yogyakarta. Dalam kurun waktu Agustus hingga Desember 2019, pertemuan antara korban dan pelaku semakin kerap. Bahkan hubungan janda dan duda ini sudah layaknya pacaran. Pelaku tidak jarang datang ke rumah korban yang berprofesi sebagai pedagang tersebut. Untuk meyakinkan korban, setiap kali datang, tersangka selalu mengenakan pakaian dinas lengkap. “Dia mengaku berpangkat kapten,” imbuh Kasat Reskrim.

Tidak tanggung-tanggung, agar para korbannya percaya, pelaku mengenakan pakaian dinas lengkap dengan baret hijau, HT dan tanda pengenal. Bahkan dia mencetak sendiri tiga kartu anggota TNI dengan nama yang berbeda-beda. Tidak hanya itu, pelaku juga membuatkan kartu anggota persatuan istri tentara atau Persit untuk korbannya. Menurut Riko, secara sekilas kartu anggota tersebut memang sangat mirip dengan kartu anggota asli, bedanya hanya pada pas foto yang tertempel dengan pose miring. “Tidak mungkin ya pas foto kok dari samping seperti ini, tapi mungkin korban tidak menyadari,” terangnya.

Kepada polisi, ternyata pelaku mengaku tak hanya menipu satu orang. Modusnya dia selalu meminta sejumlah uang kepada korban. Pelaku juga sempat melakukan hubungan intim layaknya suami istri dengan salah satu korbannya sebanyak dua kali. Riko menjelaskan polisi mencokok Skm pada Sabtu (18/1). Dua hari sebelumnya pelaku dan salah satu korbannya melangsungkan akad pernikahan siri, di sekitar Jalan Wates. Dari handphone pelaku, polisi mengetahui ada beberapa wanita yang menjadi target penipuannya. “Jadi ada beberapa yang kita duga sebagai korban, sebelum dilaporkan oleh korban Habibah, tersangka ini diketahui menikah siri dengan korban lain pada 16 Januari,” bebernya.

Tersangka dikatakan Riko merupakan residivis yang baru bebas dari penjara pada bulan Maret 2019 lalu. Sebelumnya Skm divonis hukuman penjara selama dua tahun dalam kasus serupa yang ditangani oleh Polres Sleman. Dalam kasus ini, polisi menjerat tersangka dengan pasal 378 tentang penipuan. Dari tangan tersangka, polisi juga mengamankan berbagai barang yang digunakan untuk melancarkan aksinya, diantaranya 3 kartu anggota TNI palsu, 1 buah kartu persit, handphone, HT, dan sejumlah surat-surat yang diduga palsu. (C1)

Read previous post:
MERAPI-TEGUH Peserta TNT 19 Komunitas 1000 Guru Jogja foto bersama siswa SD Muhammadiyah Kutugan Gunungkidul.
TNT 19 Komunitas 1000 Guru Jogja Libatkan Volunteer Luar Daerah

SEMIN (MERAPI) - Kegiatan Travelling and Teaching (TNT) yang digagas Komunitas Pendidikan 1000 Guru Jogja, digelar kembali dengan menyambangi SD

Close