TUKANG CENDOL DITANGKAP POLISI-7 Kali Njambret dalam Waktu 2 Bulan

TURI(MERAPI)- Dengan dalih penghasilannya kurang, seorang tukang cendol, EK (23) asal Kalimantan Barat nekat menjambret di wilayah Turi, Sleman. Dia akhirnya dibekuk pada Jumat (17/1) malam lalu setelah korban mengenali motornya. Yang mencengangkan, selama dua bulan terakhir, dia sudah 7 kali menjambret di Turi.
Kapolsek Turi, AKP Catur Widodo kepada wartawan Minggu (19/1) mengatakan, pelaku ditangkap di rumah kontrakan di Dusun Bangunsari, Bangunkerto, Turi, Sleman. Petugas juga mengamankan barang bukti dompet, uang Rp 45 ribu dan sepeda motor milik pelaku.

Dijelaskan, pelaku dibekuk usai menggasak dompet milik korban Novita Tri Utami (22) warga Donokerto, Turi, Sleman pada pekan lalu. Awalnya korban dalam perjalanan ke ATM BPD di Turi. Saat melintas di Jalan Turi-Tempel dengan sepeda motor, tiba-tiba korban dibuntuti oleh pelaku yang juga naik sepeda motor. Setelah berada di depan kantor Bank BPD, korban dipepet oleh pelaku sehingga dia ketakutan.
Seketika itu pula, pelaku langsung merampas dompet korban yang berada di dashbor motor sebelah kiri. Usai berhasil mengambil dompet milik korban, pelaku melarikan diri menuju arah utara, sedangkan korban ditinggal sendirian.
Korban yang masih merasa syok segera melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Turi. Mendapat adanya laporan itu, petugas langsung melakukan penyelidikan berdasarkan keterangan korban dan saksi.

Dari hasil penyelidikan tersebut, korban ternyata mengetahui ciri-ciri sepeda motor yang digunakan oleh pelaku pada saat kejadian. Berdasar keterangan itu, pelaku berhasil diketahui identitasnya. Dalam waktu singkat, polisi berhasil melacak kontrakkan pelaku.
“Saat dilakukan penangkapan, pelaku langsung mengakui perbuatannya. Kita juga amankan barang bukti hasil pencurian yang dilakukan pelaku,” beber AKP Catur.
Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengaku telah melakukan tindak penjambretan di wilayah hukum Polsek Turi sebanyak 7 kali. Pelaku beraksi pada awal Desember 2019 hingga terakhir tanggal 17 Januari 2020 kemarin.

“Pelaku beraksi tiap hari Jumat, karena saat libur bekerja sebagai tukang cendol,” tandasnya. Guna menghilangkan barang bukti, dompet hasil pencurian dan surat-surat berharga milik korban kemudian dikubur di belakang rumah. “Sasaran utama pelaku memang perempuan yang naik motor sendirian,” jelas Catur.
Guna menghindari kejadian serupa, AKP Catur mengimbau pada masyarakat untuk tidak meletakkan barang berharga dalam dashbor motor. Pasalnya pelaku kejahatan selalu mengincar barang bawan korban yang mudah terlihat.
“Atas perbuatannya, pelaku terancam pasal 365 dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara,” pungkas AKP Catur Widodo.(Shn)

Read previous post:
MBAH KIRMAN MENIKAH DI USIA 91 TAHUN-“Bukan karena Nafsu, Tapi Cari Teman Ngobrol”

PAKEM (MERAPI)- Kekuatan cinta bisa membuat sejoli bersatu tanpa memandang derajat dan usia. Kalimat tersebut rasanya cocok disematkan kepada pasangan

Close