SUDUT MISTIS DI SEKITAR TRIDADI-Gang Jarang Dilalui Warga karena Suara Aneh

SALAH satu sudut di kawasan Tridadi di sekitar kompleks Pemerintahan Kabupaten Sleman terkenal dengan suasana yang sejuk dan nyaman untuk nongkrong dan bersantai. Banyaknya pepohonan besar dan rindang serta warung makan kaki lima, akan membuat siapapun betah berlama-lama menghabiskan waktu di area tersebut.
Meskipun begitu, ada beberapa tempat yang ternyata dihuni oleh makhluk halus dan terkadang menampakkan eksistensinya. Berbagai cerita penampakan baik suara aneh dan kejahilan penunggu tak kasat mata, pernah dirasakan oleh sejumlah masyarakat.
Seorang warga sekitar yang mempunyai kemampuan indra keenam, Anto (35) menuturkan, ada beberapa tempat yang sudah dihuni oleh beberapa makhluk halus. Perilakunya pun berbeda, ada yang bersikap baik dengan tidak mengganggu sampai yang sering berbuat usil.

Diawali dari sebuah rumah rusak dan tak terawat di sebuah gang yang berdampingan stadion Tridadi. Bangunan yang sudah tak beratap dan tidak memiliki pintu itu, kini ditumbuhi berbagai pepohonan dan daun yang merambat menjadikannya terlihat angker.
Saat melintas di depan rumah tersebut, suasana merinding hingga membuat bulu kuduk berdiri akan langsung terasa. Dari luar bangunan, akan langsung nampak sebuah sumur tua, satu kamar mandi dan dua ruangan yang dulunya dimungkinkan menjadi sebuah kamar.
Kondisi bangunan menjadi tambah angker lantaran terdapat sejumlah coretan grafiti dengan warna biru dan hitam. Daun-daun yang merambat di seluruh dinding bangunan membuat siapapun tak ingin masuk ke dalam.
Dari cerita yang beredar, bangunan tua dengan cat putih yang sudah mulai pudar itu merupakan bangunan milik negara. Diceritakan Anto, mulanya tidak ada penunggu di dalam bangunan tua tersebut, namun semakin lama banyak mahkluk halus datang dan mendiami tempat itu..

“Penunggunya di sana pendatang semua, bukan sudah lama di situ. Ya karena kondisinya lembab dan sudah lama kosong, makanya pada pindah kesana,” ungkapnya.
Dari penglihatan Anto, sosok-sosok penunggu yang menghuni tempat tersebut memiliki sifat usil. Terdapat puluhan makhluk halus yang sudah mendiami dan terkadang menggangu orang yang melintas di gang itu.
“Kalau di situ ada yang paling dominan gendruwo tinggi besar, wewe gombel dan kuntilanak. Kadang mereka (penunggu) mengganggu dan usil. Makanya jarang ada yang berani lewat gang itu,” tandasnya.
Berbagai kejadian aneh pernah terjadi hingga membuat gang tersebut jarang dilalui warga. Mulai dari suara-suara aneh dan bayangan yang kadang terlihat sepintas.

“Kalau di sana memang usil. Kadang ada suara-suara, ada bayangan sak kelebat (sepintas). Karena penunggu di sana kadang jalan di sekitar gang itu, mondar-mandir,” jelasnya.
Berbeda dengan bangunan tua tersebut, terdapat sosok nenek tua yang menjadi penunggu di tribun lapangan tenis yang berselebahan dengan stadion. Sosok wanita tua itu diyakini ada sejak lama sebelum tribun tersebut dibangun.
“Dulu kan awalnya kan ada pohon-pohon besar di sini. Terus pohonnya ditebang, tapi tak sampai akarnya. Itu bekas potongannya masih kelihatan. Simbahnya masih ada di situ,” ujarnya.

Sosok nenek tua itu juga kadang berpindah ke tengah lapangan tenis. Meskipun begitu, ia memiliki sikap baik dan tidak menggangu orang.
“Kalau simbah itu sifatnya baik, tidak ganggu orang. Dia juga suka kalau diberi kopi,” pungkasnya.(C-8)

Read previous post:
Kumpulkan Rupiah Lewat Game

MUNCULNYA tim nasional Mobile Legends dalam cabang olahraga yang dilombakan pada gelaran Sea Games 2019 Filipina waktu lalu, menjadi era

Close