RATU KRATON AGUNG SEJAGAT KEGUGURAN SEBELUM DITANGKAP-Warga Pindahkan Makam Janin di Rumah Raja Totok

GODEAN (MERAPI)- Setelah digeledah polisi pada Rabu (15/1) lalu, kini rumah yang dikontrak oleh Raja Kraton Agung Sejagat (KAS), Totok Santoso dan Ratu Fanni Aminadia di Dusun Berjo Kulon, Sidoluhur, Godean, Sleman dikosongkan sejak Jumat (17/1). Selain membersihkan barang-barang sang raja, warga juga memindahkan makam janin bayi berusia 3 bulan. Tiga minggu sebelum dibekuk polisi, Ratu Fani diketahui mengalamai keguguran dan janinnya dikubur di belakang rumah kontrakan itu.
Pemindahan makam disaksikan warga, perangkat Desa Sidoluhur dan keluarga. “Berdasarkan kesepakanan bersama, makam ini dipindahkan ke pemakaman umum Desa Siderejo. Mereka juga harus mengosongkan kontrakan ini dalam waktu tiga hari terhitung hari ini (kemarin),” beber PJ Kades Sidoluhur Sudarmanto kepada wartawan. Pasangan Totok dan Fanni memiliki tiga anak, dua lainnya telah berusia TK dan siswa SMP. Keduanya hingga saat ini masih menghuni kontrakan, bersama asisten rumah tangga dan penanggungjawab kontrakan.

Terkait status pernikahan Totok dan Fanni, ia belum mengetahui secara pasti, namun pihaknya tengah mencari data pernikahan pasangan ini. Sepengetahuannya, status Raja dan Ratu KAS ini adalah suami istri.
“Mereka setuju untuk pindah dalam waktu tiga hari ini, dan tempat ini akan dikosongkan. Hal ini untuk mengantisipasi adanya pertemuan di tempat ini,” jelasnya.
Sementara itu penanggung jawab kontrakan yang dihuni Totok, Kartijo (47) mengungkapkan makam tersebut baru berumur tiga minggu, sedangkan janin tersebut berusia 2-3 bulan. Pemakaman berlangsung sekitar pukul 02.00 WIB.
Menurutnya ia mengetahui secara langsung proses pemakaman. Saat itu kondisi kontrakan raja KAS penuh pengikut. Semuanya mengikuti prosesi pemakaman buah hati Totok dan Fanni Aminadia secara khusuk.
“Setelah dimakamkan, para pengikutnya itu seperti menyembah ke arah makam yang penuh bunga dan dupa itu,” jelasnya. Makam tersebut kemudian ditutupi kurungan ayam. Selang sehari, Kartijo langsung menemui Fanni. Di hadapan Fanni, ia merasa keberatannya atas makam itu, bahkan ia menegaskan akan memindah makam tersebut.

“Sebelum pemakaman, saya sempat melihat bu Fanni di salah satu gazebo rumah sedang berinteraksi dengan pengikutnya,” ujar Kartijo.
Hingga kini tidak ada pengikut KAS yang mendatangi kontrakan. Warga sekitar sepakat melarang pengikut mereka memasuki lokasi kontrakan, termasuk kegiatan yang mendatangkan banyak orang. “Tujuh penghuni masih di dalam tapi memang dihimbau jangan keluar dulu. Akses depan juga kami tutup agar pengikutnya tidak asal masuk,” pungkasnya. Totok dan Fanni Aminadia ditangkap Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah pada tanggal 14 Januari 2020. Penyidik memiliki bukti permulaan yang cukup untuk keduanya sebagai tersangka.
Keduanya dijerat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana serta Pasal 378 KUHP tentang penipuan. Tersangka memiliki motif untuk menarik dana dari masyarakat dengan menggunakan tipu daya.(Shn/C-8)

Read previous post:
MERAPI-TEGUH Suasana kajian di Masjid Suciati Saliman Denggung Sleman.
PENGELOLA MASJID SUCIATI SALIMAN: Ciptakan Rasa Aman Beribadah

SLEMAN (MERAPI) - Dalam Islam tidak pernah diajarkan adanya radikalisme, terlebih gerakan terkait dengan tindak terorisme. Sehingga jika ada yang

Close