DIDUGA BERMOTIF DENDAM PRIBADI- Ngaku Polisi, Aniaya Korban


Pelaku saat digelandang ke Polsek Umbulharjo. (MERAPI-HUMAS POLSEK UMBULHARJO)
Pelaku saat digelandang ke Polsek Umbulharjo. (MERAPI-HUMAS POLSEK UMBULHARJO)

UMBULHARJO (MERAPI)- Seorang pemuda warga Glagah, Warungboto, Umbulharjo, harus berurusan dengan polisi. RM (25) ditangkap karena melakukan penganiayaan terhadap Zaldi Guslan (30) warga Banguntapan Bantul.
Atas tindakanya tersebut, RM sekarang harus mendekam di sel tahanan Mapolsek Umbulharjo, Yogya. Sedangkan GK teman pelaku RM saat ini masih dalam pengejaran dan masuk daftar pencarian orang (DPO).


Petugas juga mengamankan barang bukti berupa sepeda motor matic yang digunakan RM dan GK untuk mendatangi korban. Termasuk untuk membawa korban ke tempat sepi dekat makan Taman Wijaya Brata, Jalan Soga Yogya.
“Motif pelaku melakukan penganiayaan terhadap korban karena ada dendam pribadi,” beber Kapolsek Umbulharjo, Kompol Alaal Prasetyo, Jumat (17/1).
Alaal mengatakan, awalnya korban melapor ke Polsek telah dianiaya oleh pelaku yang tidak dikenalnya di depan makan Taman Wijaya Brata, Jumat (25/10). Penganiayaan itu berlangsung sekitar pukul 23.30 WIB.


Akibat penganiayaan itu korban mengalami luka di bibir atas sobek, hidung mengalami patah, kepala belakang luka sobek dan kening luka sobek serta tiga gigi atas tanggal. Saat itu korban sempat mendapat perawatan di rumah sakit.
Mendapat laporan itu, petugas kemudian melakukan penyelidikan. Petugas meminta keterangan pelapor dan melakukan olah tempat kejadian perkara, dan mengumpulkan data pendukung lain di lokasi kejadian.


Dari hasil penyelidikan, petugas akhirnya dapat mengindentifikasinya pelaku. Tidak mau buruannya lepas petugas menangkap satu pelaku RM di Jalan Kusumanegara, Yogyakarta, Rabu (1/1) pukul 03.00 WIB.
“Satu pelaku lagi DK masih dalam pengejaran dan masuk dalam DPO,” jelasnya.


Alaal menjelaskan dari pemeriksaan penganiayaan itu berawal saat ZGP Jumat (25/10) pukul 23.30 WIB sedang sedang ngopi bersama empat temannya, di warung sate Mbah-So yang berada di depan rumah korban.
Korban lalu didatangi pelaku yang mengendarai sepeda motor matic warna merah hitam mengaku sebagai anggota kepolisian mendatangi korban dan membawanya. Alasannya korban dituduh sedang pesta miras di lokasi itu.


Namun korban tidak dibawa ke kantor polisi, melainkan di tempat sepi depan Taman Wijaya Brata, Jalan Soga Yogyakarta. Di tempat itu korban dipukuli oleh dua orang pelaku tersebut hingga babak belur.
Warga yang mengetahui kejadian tersebut, kemudian menolong korban, sedangkan para pelaku melarikan diri. Oleh warga korban dibawa ke RSI Hidayatullah guna mendapatkan perawatan medis. “Atas perbuatannya RM dijerat dengan pasal 170 jo 351 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman selama 5 tahun penjara,” pungkasnya.(Shn)


Read previous post:
KPK Sodorkan Rekomendasi Cegah Alih Fungsi Lahan

JAKARTA (HARIAN MERAPI)- Pemerintah serius dalam melakukan pencegahan alih fungsi lahan pertanian. Semua elemen lembaga pun diturunkan, termasuk lembaga anti

Close