KASUS KERANGKA DI SEPTIK TANK SULIT DIUNGKAP-Polisi Telusuri Teman Kerja Ayu Selisha

BANTUL (MERAPI)- Hingga kini polisi baru memeriksa delapan saksi terkait penemuan kerangka Ayu Selisha di dalam septik tank milik mertuanya di Dusun Karangjati Kecamatan Kasihan, Bantul. Pihak kepolisian mengaku kesulitan mengungkap kasus tersebut, meski dugaan kuat korban dibunuh suaminya, Edi Susanto yang kemudian bunuh diri.
Kasus ini pun belum akan ditutup jika polisi belum mendapatkan barang bukti dan keterangan yang cukup. Kapolres Bantul, AKBP Wachyu Tri Setyono kepada wartawan, Rabu (15/1) menegaskan bahwa kasus ini akan ditutup jika petunjuk, barang bukti dan keterangan saksi sudah dirasa cukup. Hanya saja untuk mendapatkan keterangan saksi-saksi saja, pihaknya mengakui cukup kesulitan. Sejauh ini polisi sudah memeriksa delapan saksi. Kesulitan yang dihadapinya lantaran kasus ini sudah terjadi pada kisaran sepuluh tahun silam. Sehingga pihaknya harus mencari saksi yang masih ingat kejadian dan informasi pada kisaran tahun tersebut. “Kita harus cari orang-orang yang masih ingat itu,” terangnya.

Semasa hidupnya Ayu ternyata juga tertutup dengan tetangga. Terlebih lagi posisi rumah mertua Ayu Selisha, Waluyo ini juga agak jauh dengan rumah tetangga yang lain. Upaya polisi mengungkap dan mencari kesaksian sudah cukup banyak, salah satunya upaya mencari teman kerja semasa hidupnya. Namun tempat kerja warga Badran, Kota Yogyakarta itu juga saat ini sudah tutup. Sehingga untuk mencari siapa teman kerja korban yang dapat dimintai keterangan juga cukup sulit. “Karena sudah sepuluh tahun ya, jadi kesulitan,” ungkapnya.

Barang bukti yang dapat memberikan petunjuk pengungkapan kasus ini pun terus dicari. Sejauh ini polisi masih dengan dugaan yang sama, korban dibunuh oleh Edi Susanto. Namun karena Edi Susanto juga sudah meninggal karena bunuh diri pada 11 November 2019 lalu, Polisi cukup kesulitan membuat kesimpulan-kesimpulan. Dugaan ini muncul dikarenakan salah satunya surat wasiat yang ditinggalkan oleh Edi Susanto. Surat wasiat itu menunjukkan bahwa Edi sebenarnya sudah mengetahui jika Ayu Selisha sudah meninggal dunia. Padahal sebelumnya dikabarkan bahwa istrinya tersebut kabur dari rumah. “Surat wasiat itu yang mengarah kepada Edi, surat itu dibuat oleh Edi sebelum meninggal,” imbuhnya.

Kasus ini berawal dari penemuan kerangka manusia di dalam septik tank, di belakang rumah Waluyo Dusun Karangjati Kecamatan Kasihan, Bantul. Dari penyidikan dan penyelidikan Polisi terungkap kerangka yang ditemukan 22 Desember 2019 tersebut adalah Ayu Selisha menantu pemilik rumah. Hingga kini polisi masih berupaya mengungkap kasus ini dengan memeriksa saksi-saksi dan mencari barang bukti tambahan. Suami Ayu Selisha, Edi Susanto sebagai saksi kunci diketahui sudah meninggal dunia karena gantung diri di kamarnya, 47 hari sebelum penemuan kerangka. Pihak keluarga Ayu Selisha sudah memakamkan kerangka tersebut di pemakaman umum Kampung Badran, Yogyakarta. (C1)

Read previous post:
Pemkot Yogya Siapkan Cetak Mandiri Kartu Identitas Anak

PELAYANAN dokumen administrasi kependudukan di Kota Yogyakarta bakal lebih mudah. Terutama pelayanan Kartu Identitas Anak (KIA). Pembuatan maupun pencetakkan KIA

Close