RAJA TOTOK AKUI PUNYA KERAJAAN DI KLATEN, YOGYA DAN LAMPUNG-Abdi Dalem yang Mbalelo Dicap Teroris

SEMARANG (MERAPI)- Fakta-fakta baru terkait kasus Kerajaan Agung Sejagat di Purworejo terus muncul. Yang terbaru, ada pengikut Raja Kraton Agung Sejagat, Totok Santoso (42) yang menyetor sampai Rp 107 juta. Bahkan, abdi dalem yang mbalelo atau melawan perintahnya dicap sebagai teroris.
Hingga Kamis(16/1), Totok masih menjalani pemeriksaan di Polda Jateng. Sementara permaisurinya, Fanny Aminandia (41) yang bergelar Dyah Gitarja, dipindahkan ke LP wanita Bulu Semarang.
Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna kepada wartawan, kemarin mengatakan, usai menjadi raja, Totok mempunyai nama baru, Totok Santoso Hadiningrat. Di hadapan penyidik, dia mengaku juga ingin mendirikan kerajaan di daerah Klaten, Yogya dan Lampung.
“Dari pengembangan hasil penyidikan sementera, tersangka Totok mengaku kalau kerajaaan Agung Sejagat tidak hanya di desa Pogung, Purworejo, tapi juga di beberapa daerah seperti Klaten. Selain, itu juga Yogya dan Lampung,” jelasnya. Padahal dalam pemberitaan sebelumnya, Kapolda Jateng Irjen Rycko Amelza Dahniel mengatakan jika tersangka pernah ingin mendirikan kerajaan di Yogya, namun ditolak warga.

Terkait jumlah pengikutnya, Kombes Iskandar mengatakan jika Kraton Agung Sejagat yang berdiri tahun 2018 itu punya 450 orang pengikut di Purworejo.
“Pengikut Kraton Agung Sejagat di daerah lain, seperti Klaten tidak sebanyak di Purworejo,” ucap Iskandar.
Dijelaskan, Totok disangka kasus penipuan terkait iuran wajib bagi pengikutnya yang mencapai puluhan juta rupiah. Setelah membayar uang, pengikutnya itu dijanjikan menjadi pegawai atau menteri dalam pemerintahan dengan gaji besar, dengan standar dolar. “Dalam perkembangan penyidikan di Polda Jateng, diketahui ada pengikut yang setor mencapai Rp 107 juta,” ujar Iskandar.
Disebutkan, orang-orang yang terlanjur bergabung karena terpulut omongan Totok tidak berani menolak dan terpaksa membayar iuran mulai Rp 3 juta hingga puluhan juta rupiah. Sebab, mereka takut dilaknat akan celaka oleh sang ‘raja’. Bahkan, Totok Santoso Hadiningrat tidak segan-segan menuduh abdi dalemnya yang dianggap mbalelo sebagai teroris.

“Pada pemeriksaan awal, ada korban yang mengalami kerugian mencapai Rp 30 juta, tapi dalam pengembangan penyidikan, ternyata ada juga yang membayar iuran mencapai Rp 107 juta. Korban yang dijanjikan gaji besar dengan uang dolar sampai sekarang tidak mendapatkan apa-apa,” jelasnya.
Dari hasil penyidikan, penyidik cuma menemukan barang bukti khusus uang tidak begitu banyak, mencapai Rp 18.300.000,-. Kemudian buku tabungan atas nama ‘raja’ Totok dengan angka nominal tercatat Rp 20 juta lebih. Juga barang bukti belasan buku tabungan lain atas nama bukan Totok. “Jadi, uang tunai yang disita Rp 18 juta lebih, sedangkan khusus pada buku tabungan atas nama raja Totok tercatat sekitar Rp 20 juta,” ujarnya.

Menurut Iskandar, hingga kini polisi sudah memeriksa saksi sebanyak 18 orang. Dua saksi baru dari pihak warga yang resah atas kemunculan kerajaan Agung Sejagat karena menggelar kegiatan tidak mengenal waktu. Kemudian satunya lagi saksi korban yang merasa tertipu usai banyak mengeluarkan uang.
“Jumlah tersangka dimungkinkan akan bertambah,” tandasnya.
Seperti diketahui, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Tengah menangkap Raja Kraton Agung Sejagat, Sinuhun Totok Santoso Hadiningrat dan permaisurinya yang bergelar Dyah Gitarja, Selasa (14/1) sore di Wates, Kulonprogo. Dari penyidikan, diketahui jika Totok pernah ingin mendirikan kerajan di Yogya, namun ditolak warga. Totok memproklamirkan mendirikan kerajaan pada Jumat (10/1) lalu. Dia lalu mewajibkan anggotanya membayar uang dengan janji hidup enak.(Sky)

Read previous post:
Liang Berisi Ular Weling

SUDAH lama Kliwon bersahabat dengan ‘banyu gendheng’ atau minuman keras. Baginya, tiada hari tanpa mabuk. Seperti malam-malam sebelumnya, malam itu

Close