Diteror, Warung Terbakar Dilempar Bom Molotov

BERBAH (MERAPI)- Sebuah warung makan penyetan di Dusun Sentono, Jogotirto, Berbah, Sleman diduga dibakar dengan dilempar bom molotov, Rabu (15/1) sekitar pukul 04.10 WIB. Pemilik warung sempat memergoki dua pelaku yang diketahui naik motor jenis matik. Hingga Kamis (16/1), belum diketahui motif dan pelaku teror itu.
Peristiwa ini tidak menimbulkan korban luka. Meski demikian, kobaran api dari lemparan bom molotov itu membesar hingga membakar bagian depan warung.
Akibat peristiwa tersebut, usuk warung, jendela dan asbes terbakar, serta kaca dapur samping kiri atas pecah. Ditaksir kerugian akibat kejadian itu mencapai Rp 5 juta. Hingga kemarin kasus ini masih dalam penyelidikan Polsek Berbah.

“Masih kita dalami penyebab warung penyetan ini terbakar,” beber Kapolsek Berbah Kompol Agus Zaenudin kepada wartawan.
Anak pemilik warung, Hanif Cahyo Nugroho (23) mengatakan, peristiwa itu bermula saat dirinya menutup warung pukul 02.00 WIB pada Rabu dinihari. Kendati demikian, Hanif masih duduk di dalam warung karena belum tidur.
Sesaat sebelum kejadian, sekitar pukul 04.00, Hanif ke kamar mandi untuk buang air kecil. Saat berada di dalam kamar mandi, ia medengar suara sepeda motor jenis matik berhenti di depan warung. Dia menduga motor itu merupakan ojek online.
“Saya kira ojek online yang akan mengambil makanan. Dari kamar mandi saya berteriak ‘sebentar’,” katanya.
Tidak lama kemudian, Hanif mendengar suara kaca warung pecah. Dia pun bergegas keluar dari kamar mandi untuk mengecek. Sampai di bagian depan warung, ia melihat api membakar dapur dan atap. Karena panik, korban berteriak minta tolong sambil melepas regulator gas dan mengeluarkan sepeda motor. Warga yang datang ke lokasi kejadian langsung berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya. Tak berselang lama, api berhasil dipadamkan.

“Api hanya membakar bagian depan warung, karena bisa segera dipadamkan. Tidak sampai ke dalam warung,” jelasnya saat ditemui tengah membereskan sisa kebakaran, kemarin siang.
Hanif mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab kejadian kebakaran itu. “Saya tidak tahu pasti penyebabnya, tapi sebelum terjadi kebakaran, ada motor lewat, kemudian berhenti motor matik di depan warung,” tandasnya.
Ia tidak menyangka warung makan penyetan milik orangtuanya yang dirintis sejak enam bulan lalu ini dibakar oleh orang tidak dikenal. Pasalnya ia dan keluarganya tidak pernah mempunyai permasalahan dengan orang lain.

“Saya tidak punya masalah dengan orang lain, saya dan keluarga tinggal di sini baru enam bulan. Sebelumnya saya tinggal di Klaten,” ujar Hanif.
Kanit Reskrim Polsek Berbah, Iptu Eko Udi saat ditemui di lokasi kejadian mengaku pihaknya masih mendalami kasus kebakaran itu. Sejumlah barang bukti berupa bekas botol plastik yang terbakar menempel di atas meja dan menempel di kayu diamankan.
“Barang bukti sudah kita amankan, kita masih melakukan penyelidikan penyebab kebakaran ini,” pungkasnya. (Shn)

Read previous post:
RAJA TOTOK AKUI PUNYA KERAJAAN DI KLATEN, YOGYA DAN LAMPUNG-Abdi Dalem yang Mbalelo Dicap Teroris

SEMARANG (MERAPI)- Fakta-fakta baru terkait kasus Kerajaan Agung Sejagat di Purworejo terus muncul. Yang terbaru, ada pengikut Raja Kraton Agung

Close