Pria Berani KB Dapat Apresiasi Rp 1 Juta

UMBULHARJO (HARIAN MERAPI) – Program apresiasi senilai Rp 1 juta bagi peserta Keluarga Berencana (KB) pria di Kota Yogyakarta kembali dilanjutkan pada tahun ini. Apresiasi tersebut tetap dilanjutkan karena kepesertaan KB pria masih minim, sehingga diperlukan dorongan daya tarik bagi masyarakat.

Menurut Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kota Yogyakarta, Emma Rahmi Aryani, kepesertaan KB pria dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Hal itu menunjukkan adanya apresiasi itu bisa menjadi dayat tarik masyarakat. Namun peningkatan kepesertaan KB pria itu masih kecil dibandingkan kepesertaan KB wanita yang selama ini mendominasi.

“Apresiasi atau reward peserta KB pria senilai satu juta rupiah tetap dilanjutkan di tahun ini. Memang ada kenaikan peserta selama ini, tapi masih kecil untuk KB pria dari pasangan usia subur,” kata Emma, Kamis (16/1).

Menurutnya, alokasi apresiasi Rp 1 juta bagi peserta KB pria tahun 2020 sebanyak 35 peserta. Jumlah itu mengacu pada realisasi peserta KB pria di tahun 2019 sebanyak 20 peserta dari alokasi 35 peserta. Adapun tahun 2018 apresiasi KB pria mencapai 38 peserta. Apresiasi ini diberikan sejak tahun 2017.

Dia menilai ada beberapa faktor yang menjadi kendala dalam menarik peserta KB pria. Salah satunya terkait kekhawatiran kejantanan suami akan berkurang jika menjadi menjadi KB pria. KB pria dilakukan dengan cara metode operasi pria (MOP).

“Kendalanya masih banyak kekhawatiran jika dilakukan MOP bisa berubah kejantanan suami. Padahal tidak. Mungkin karena faktor psikis,” imbuhnya.

Syarat MOP atau vasektomi juga cukup ketat. Sebelum menjalani MOP calon akseptor KB harus menjalani konsultasi medis Syaratnya minimal memiliki dua anak, tidak memiliki balita dan tidak mempuyai penyakit gula.

Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kota Yogyakarta mencatat kepesertaan KB aktif tahun 2019 sebanyak 27.269 peserta. Jenis-jenis KB yang banyak digunakan adalah IUD, suntik, pil dan kondom. Jumlan peserta KB aktif itu baru sekitar 69,84 peserta dari target pasangan usia subur (PUS) tahun 2019 mencapai 39.043. Sedangkan peserta unmetneed atau PUS yang belum KB ada 5.641 pasangan.

“Program KB dan pembangunan keluarga mencapai titik optimal ketika pencapaian peserta KB aktif di Kota Yogyakarta mencapai 73 persen dan angka unmeetneed persen,” papar Emmy. (Tri)

Read previous post:
Terapkan Perda, Bupati Situbondo Lindungi Lahan Pertanian dan Sejahterakan Petani

JAKARTA (HARIAN MERAPI) - Bupati Situbondo Dadang Wigiarto menegaskan bahwa wilayahnya melalui Peraturan Daerah nomor 4 tahun 2017, telah menetapkan

Close