Hadapi Bencana, PMI Sleman Siagakan 1.400 Relawan

MERAPI-AWAN TURSENO  Sunartono menunjukkan mobil ambulans jenis premium bantuan Pemerintah Kabupaten Sleman.
MERAPI-AWAN TURSENO
Sunartono menunjukkan mobil ambulans jenis premium bantuan Pemerintah Kabupaten Sleman.

SLEMAN (MERAPI)-Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Sleman telah mempersiapkan relawan untuk menghadapi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Tidak kurang dari 1.400 relawan terlatih yang tersebar di seluruh wilayah siap diterjunkan untuk membantu dampak dari bencana alam.

“Kami telah memiliki lebih dari 1.400 relawan terlatih yang siap terjun apabila sewaktu-waktu terjadi bencana. Apalagi musim penghujan seperti saat ini, di wilayah Sleman sering terjadi bencana baik angin ribut, tanah longsor, banjir maupun kejadian alam lain,” kata Ketua PMI Cabang Sleman, Sunartono, di Kantor PMI Sleman, Selasa (14/1).

Dijelaskan, para relawan tersebut disiagakan selama 24 jam untuk menghadapi potensi bencana. Namun, peran PMI dalam kebencanaan hanya sebatas supporting atau membantu. Sebab sudah ada instansi yang bertanggung jawab atas kebencanaan seperti Basarnas dan BPBD.

Untuk menjadikan tenaga siap pakai, relawan PMI secara berkala dilatih peningkatan kompetensi. Beberapa personel ada pula yang dilengkapi kompetensi khusus seperti teknis membangun shelter, kecelakaan air, menangani korban kecelakaan hingga penyediaan sarana air bersih.

“Tenaga sukarelawan PMI semuanya sudah dilatih. Dalam memasyarakatkan kepalangmerahan, memang diharapkan setiap orang paham mengenai pertolongan pertama. Itu salah satu tujuan PMI,” imbuhnya.

Dijelaskan, salah satu potensi bencana yang sekarang menjadi fokus perhatian PMI Sleman adalah angin rebut yang sering terjadi. Untuk menghadapinya, para relawan PMI sudah dibekali pengetahuan tentang penanganan bencana tersebut. Semisal membuka akses jalan yang tertutup pohon tumbang dengan peralatan yang dimiliki dan evakuasi jika ada korban luka atau meninggal dunia.

Sementara untuk kesiapan sarana, PMI Sleman kini didukung enam unit mobil ambulans. Lima mobil disiagakan di kantor markas PMI dan satu armada lainnya ditempatkan di Unit Pakem.

Awal tahun ini, PMI Sleman juga mendapat bantuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman berupa satu unit mobil ambulans premium yang dilengkapi alat bantu kedaruratan seperti tabung oksigen, spaleg maupun peralatan medis lainnya.

“Sewilayah DIY, hanya PMI DIY dan PMI Sleman yang memiliki ambulans jenis premium ini karena harganya memang cukup mahal,” paparnya.

Begitu pula terkait persedian darah, melalui program Layanan Darah di Sleman Gratis (Lada Manis), warga Sleman yang membutuhkan darah dapat dilayani secara cuma-cuma. Seperti tahun sebelumnya, persediaan darah dari program Lada Manis sebanyak 10 ribu kantong per tahun.

Meskipun gratis, PMI Sleman menjamin persediaan darah tersebut berkualitas dan aman. Pasalnya, minimal satu tahun dua kali diuji kelayakannya menggunakan teknologi modern. (Awn)

Read previous post:
Pengganti Jembatan Gantung Selopamioro Segera Dibangun

IMOGIRI (MERAPI) - Kabar gembira diterima warga Dusun Jetis Desa Selopamioro dan warga Wunut Desa Sriharjo, Imogiri. Dalam inspeksi mendadak

Close