Kampanye Go Green Untungkan Pengrajin Bambu

MERAPI-RIDWAN  Pengrajin bambu Brajan membuat pesanan kotak nasi.
MERAPI-RIDWAN
Pengrajin bambu Brajan membuat pesanan kotak nasi.

KAMPANYE “Go Green” kini digalakkan sebagai upaya untuk mengurangi penumpukan sampah plastik di dunia. Salah satu bentuk kampanyenya adalah dengan mengurangi pemakaian barang-barang berbahan dasar plastik. Nyatanya, kampanye anti sampah plastik tersebut dirasakan betul manfaatnya oleh sejumlah pengrajin bambu. Kini sejumlah pesanan seperti sedotan, tas belanja pasar, bahkan sampai kotak nasi pun kini banyak dibuat menggunakan bahan dasar bambu.

Salah satu pengrajin bambu asal dusun Brajan, desa Sendang Agung, Kecamatan Minggir, Sleman, Sulisman (59) mengakui adanya peningkatan jumlah pesanan yang diakuinya sebagai pengganti barang-barang berbahan plastik. Beberapa pesanan yang sudah dan tengah ia kerjakan saat ini antara lain berupa sedotan, kemasan untuk makanan ringan, kotak makan, hingga tas untuk berbelanja.
“Saya sudah merasakan (pesanan) seperti kemasan-kemasan makanan ringan seperti kripik tempe, untuk daging juga ada, tas belanja berbagai bentuk ada. Beberapa bulan kemarin banyak pesanan kerajinan seperti itu. Jadi banyak masyarakat yang sudah mulai menggunakan kerajinan sebagai pengganti plastik,” ungkapnya saat ditemui belum lama ini.

Selain masyarakat umum, sejumlah pesananan lain seperti sedotan untuk minum diakuinya datang dari sejumlah mahasiswa. Beberapa kelompok mahasiswa di Yogyakarta dan Jakarta mengaku kepadanya bahwa pesanan itu memang sebagai bentuk kampanye anti sampah plastik.
“Sekarang malah digerakkan dari mahasiswa itu sedotan untuk minuman. Kebanyakan yang pesen itu dari mahasiswa dari Yogyakarta dan Jakarta. Lalu ada lagi yang pesen suruh buatkan kotak nasi dari bambu,” ungkapnya.

Diakui Sulisman, meningkatnya pesanan tersebut selain memberikan keuntungan dari segi keuangan, juga memberikan tambahan pengetahuan. Pasalnya, sejumlah pesanan tersebut berbeda dari beberapa model atau bentuk kerajinan yang sudah ia buat.
“Kayak kotak nasi yang lagi kita buat ini, sebelumnya belum pernah buat. Memang untuk beberapa pesanan seperti sedotan, kotak nasi dan beberapa kemasan ini baru kita buat kalau ada pesanan. Tapi dari pesanan itu menjadi barang baru dan juga menambah koleksi untuk kerajinan,” tandasnya.

Hingga saat ini, Sulisman mengakui hasil kerajinan bambu masih memiliki peminat yang tinggi baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Kedepannya berharap kepada generasi muda untuk bisa melestarikan kerajinan bambu.
“Kalau harapan saya tetep kerajinan bambu itu dilestarikan, bisa lebih kreatif lagi. Karena apapun pesaingnya, kerajinan bambu tetap mampu bersaing,” tutupnya. (Ridwan)

Read previous post:
Daun Murbei Musuh Kolesterol Jahat

IKHTIAR menjaga kesehatan jiwa raga dapat dilakukan dengan berbagai langkah. Bahkan beberapa langkah sederhana dapat diterapkan, misalnya memanfaatkan bahan alami

Close