PAK GURU DITANGKAP POLISI-Cabuli 8 Siswi SMP karena Gemes

WONOSARI (MERAPI)- Satreskirim Polres Gunungkidul menangkap dan langsung menahan EP (30), oknum guru sekaligis pembina Pramuka SMPN Gedangsari karena telah mencabuli 8 siswi di sekolah tersebut, Selasa (14/1). Kepada polisi, awalnya tersangka membantah mencabuli siswinya. Dia berkilah hanya gemes dan memiliki rasa sayang berlebih hingga menciumi 8 siswinya itu.
Untuk kepentingan penyidikan, tersangka yang merupakan warga Kecamatan Playen, Gunungkidul tersebut kini resmi ditahan dan menjalani proses hukum. Dalam perkara ini, polisi menjerat pelaku dengan Pasal 81 dan 82 UURI No 35 Tahun 2014 perubahan atas UURI No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman minimalnya 5 tahun dan paling lama 15 tahun.

“Tersangka sudah kami tahan dan kini menjalani proses hukum,” kata Kasatreskrim Polres Gunungkidul AKP Anak Agung Putra Dwipayana kepada wartawan kemarin.
Sebelum ditahan polisi, tersangka EP sempat membantah melakukan pencabulan. Dia mengaku tindakan yang dilakukan tersebut karena gemes dan dilandasi kasih sayang berlebih dengan siswi-siswinya.
“Tetapi lantaran ungkapan dan tindakannya itu tidak lazim serta cenderung mengarah melanggar hukum, perbuatan tersebut tetap dikategorikan pelampiaskan nafsu,” ujar Anak Agung.
Dikatakan, dari hasil gelar perkara, aksi pelaku memenuhi unsur pidana dan ditemukan bukti-bukti permulaan diperkuat keterangan dari para korban dan saksi. Polisi pun meyakini perbuatan tersangka adalah tindakan melawan hukum.

Apalagi dalam pemeriksaan lanjutan terungkap, EP juga pernah memberikan uang sebesar Rp 50 ribu agar para korbannya tidak menceritakan perbuatan tersebut kepada orang lain. “Tetapi usaha tersangka menutupi perbuatannya tidak berhasil dan para korban tetap mengadu kepada orangtuanya,” ucapnya.
AKP Anak Agung Putra Dwipayana menambahkan, sebelumnya sudah ada upaya mediasi untuk menyelesaikan persoalan ini di luar hukum. Tetapi mediasi yang dilakukan gagal lantaran para keluarga korban bertekad untuk menuntaskan kasus ini ke jalur hukum. “Dari pengakuan tersangka, perbuatan pencabulan ini dilakukan di dalam ruangan guru. Saat melakukan latihan pramuka, korban dipanggil satu persatu ke ruang guru,” jelasnya. Untuk pengusutan lebih lanjut, kejadian ini sudah ditangani Polres Gunungkidul.

Seperti diketahui, kasus ini mencuat pekan lalu saat sejumlah orangtua siswa SMPN Gedangsari melakukan demo ke sekolah dan menuntut EP dipecat. Penyebabnya, sejumlah siswi mengaku dicabuli pelaku dengan cara dicium pipinya. (Pur)

Read previous post:
Kemenkumham DIY Deklarasi Janji Kinerja Zona Integritas

YOGYA (HARIAN MERAPI) - Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) DIY melakukan deklarasi janji kinerja dan pencanangan pembangunan zona

Close