POLISI TANGKAP 12 PELAJAR-Tewaskan Dio, Cah Klitih Ngaku Iseng

BANTUL (MERAPI)- Polisi akhirnya menangkap cah klitih pelaku penyerangan yang menewaskan pelajar Fatur Nizar Rakadio alias Dio. Sebanyak 12 orang yang seluruhnya berstatus pelajar diamankan. Satu orang ditetapkan sebagai tersangka. Dialah eksekutor yang menendang motor korban hingga dia tewas. Kepada polisi, para pelaku mengaku menyerang rombongan korban hanya iseng.
Pelajar yang ditetapkan sebagai tersangka adalah APS (18). Sementara sebelas orang lainnya masih berstatus sebagai saksi. Polisi menduga pelaku dan kelompoknya merupakan geng pelajar yang secara acak mencari korban di jalanan.
Kapolres Bantul AKBP Wachyu Tri Setiyono kepada wartawan, Selasa (14/1) mengungkapkan, penangkapan terhadap pelaku dilakukan pada 10 Januari 2020 yang lalu. Mereka ditangkap setelah polisi mengumpulkan sejumlah barang bukti, termasuk rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.

Kapolres menjelaskan, APS merupakan warga Banguntapan dan masih berstatus sebagai pelajar kelas XII sekolah menengah kejuruan (SMK). Tersangka dalam kejadian pada 14 Desember 2019 itu berperan sebagai pelaku penendangan terhadap motor korban. Akibat tendangan tersebut korban mengalami luka serius dan akhirnya meninggal dunia pada Kamis (9/1) lalu di rumah sakit. “Korban mengalami patah tulang leher, retak tulang punggung dan pergeseran tulang ekor,” sebutnya.
AKBP Wachyu menyebut, sementara ini sebelas orang lain baru sebatas saksi, namun tidak menutup kemungkinan munculnya tersangka lain dalam pengembangan penyelidikan dan penyidikan terhadap kasus yang terjadi di Jalan Siluk-Imogiri, Kebonagung, Imogiri, Bantul tersebut. Dijelaskan, penyerangan itu sejauh ini hanya bermotif iseng, dengan mencari korbannya secara acak.

Diduga para pelaku ini merupakan kelompok geng sekolah yang tengah konvoi. Saat melihat jenis motor yang digunakan korban sama, mereka pun kemudian mendekati korban dan melakukan penyerangan. Keduabelas pelajar yang berbeda sekolah itu sebelumnya berkomunikasi menggunakan grup whatsapp bernama Sedulur. “Barang bukti yang kita amankan plastik bungkus cat yang dilempar oleh pelaku, 5 unit motor matik jenis Honda Scoopy, 1 unit motor Honda Beat dan 1 unit motor R15 yang dikendarai oleh korban,” urainya.
Dari pemeriksaan yang sudah dilakukan, antara korban dan pelaku tidak saling mengenal. Seperti diberitakan, awalnya rombongan korban pulang dari berkunjung ke pantai daerah Gunungkidul melalui jalur Imogiri-Panggang. Dari arah Gunungkidul setelah melewati Jembatan Siluk, rombongan korban berpapasan dengan rombongan pelaku yang datang dari arah Imogiri. Saat berpapasan itulah rombongan pelaku tiba-tiba melemparkan cat yang sudah dimasukkan ke dalam bungkus plastik. Mereka melempar cat secara acak mengarah ke rombongan korban. “Cat itu kena beberapa teman korban dan motor,” imbuhnya.

Saat itu dikatakan Kapolres, rombongan korban tetap melaju ke arah Imogiri. Namun beberapa saat kemudian ternyata rombongan pelaku mengejar dari arah belakang. APS yang saat itu mengendarai sepeda motor matik warna merah-putih itu memepet dan menendang motor korban hingga terjatuh.
AKBP Wachyu menjelaskan jika rombongan pelaku setelah kejadian tersebut langsung lari. Pelaku dan kelompoknya menurut pemeriksaan sementara ini mengaku baru pertama kalinya melancarkan aksi kekerasan tersebut. Sejak awal kelompok ini sudah berencana dan menyiapkan cat untuk iseng menganggu rombongan orang yang lewat di sana. “Tersangka kita jerat dengan Pasal 351 Ayat 3 KUHP tentang penganiayaan yang menyebabkan kematian orang lain dengan ancaman hukuman penjara paling lama tujuh tahun,” pungkasnya.(C1)

Read previous post:
ilustrasi
Keluyuran = Klitih

AKSI klitih sudah sangat meresahkan masyarakat. Bahkan, boleh dibilang tiada hari tanpa klitih. Berbagai upaya pun telah dilakukan untuk mencegah

Close