DRIVER OJOL DIBEKUK POLISI-Seret Clurit di Pasar Sambil Mabuk

WIROBRAJAN (MERAPI)- Tidak terima ditegur usai terjadi kecelakaan, seorang driver ojek online berinisial EF (25) warga Pringgokusuman, Gedongtengen, Yogya murka. Dia bermaksud balas dendam dengan membawa curit. Namun belum sempat ketremu dengan orang yang dicari, dia keburu dibekuk polisi.
Tersangka EF ditangkap lantaran kedapatan membawa clurit, yang digunakan untuk mengancam seseorang yang menegurnya. Beruntung saat kejadian, petugas kepolisian berada tidak jauh dari lokasi dan mengamankan pelaku.
“Pelaku diamankan karena membawa clurit dan digunakan untuk mencari seseorang yang telah menegur usai terjadi kecelakaan,” beber Kapolsek Wirobrajan, Kompol Endang SW SH kepada wartawan, Selasa (14/1).
Dikatakan, peristiwa itu bermula saat pelaku terlibat kecelakaan dengan pengendara motor lain, di depan pasar Serangan, Pakuncen, Yogya, Jumat (20/12) lalu. Motor yang dikendarai pelaku ditabrak oleh pengendara motor lain dari belakang.

Tidak terima dengan peristiwa itu, pelaku yang terpengaruh minuman keras membentak pengendara motor yang menabraknya. “Pelaku mengeluarkan kata-kata dengan nada tinggi,” katanya. Pedagang Pasar Serangan yang melihat ulah pelaku lantas coba menenangkan. Namun disalahartikan pelaku dan dianggap sebagai teguran. Pelaku yang emosi kemudian meninggalkan lokasi. Tak lama kemudian pelaku kembali ke lokasi sambil membawa clurit yang diambil dari rumah. Sambil berteriak dan membawa clurit, pelaku mencari pedagang pasar yang telah menantang dan menegur saat terjadi kecelakaan. Akibat kejadian itu para pedagang dan pengunjung pasar Serangan ketakutan. “Masyarakat kemudian melaporkan ke polisi yang sedang melaksanakan commander wish pagi. Pelaku kemudian diamakan dan dibawa ke Polsek Wirobrajan,” tandasnya. Dari hasil penyelidikan, clurit tersebut belum digunakan oleh pelaku untuk melakukan penganiayaan. Hanya saja digunakan untuk mencari orang yang telah membentaknya, sambil diseret di jalan lorong pasar.

“Clurit belum digunakan, hanya digunakan untuk mencari orang yang sudah membentaknya. Kalau orang itu ketemu mungkin juga digunakan untuk menganiaya,” kata Endang. Atas perbuatanya pelaku di jerat Pasal 2 ayat (1) UU darurat nomor 12 tahun 1951 dengan ancaman maksimal 10 tahun penjara. (Shn)

Read previous post:
RATUSAN ORANG DIBERI ANTIBIOTIK-2 Sapi Mati Mendadak, Warga Dilarang Dekati Kandang

WONOSARI (MERAPI)-Kematian hewan ternak secara mendadak yang diindikasikan terserang antraks di Kabupaten Gunungkidul makin serius dan meluas. Dua ekor sapi

Close