Jelang Semi Pedestrian, Pengusaha Dibekali Kartu Akses Masuk Malioboro

UMBULHARJO (HARIAN MERAPI) – Pengusaha yang tinggal di Jalan Malioboro Yogyakarta mendapatkan kartu tanda masuk saat penerapan semi pedestrian bebas kendaraan bermotor. Pemberian kartu untuk mempermudah akses keluar masuk bagi warga yang menghuni di Jalan Malioboro.

“Kartu tanda masuk ini adalah tindak lanjut audiensi antara Pemkot Yogyakarta dengan Perkumpulan Pengusaha Malioboro Ahmad Yani Yogyakarta (PPMAY). Kami harap kartu ini bisa membantu akses warga sekitar ketika uji coba semi pedestrian,” kata Sekda Pemkot Yogyakarta, Aman Yuriadijaya saat penyerahan kartu di Balaikota, Senin (13/1).

Total ada 400 kartu tanda masuk yang dibagikan kepada PPMAY. Setiap toko atau pengusaha yang tinggal di Jalan Malioboro mendapatkan 2 kartu tanda masuk dengan masa berlaku sampai Desember 2020. Kartu tanda masuk itu hanya berlaku untuk kendaraan sepeda motor. Pengusaha di Jalan Malioboro bisa keluar masuk saat semi pedestrian Malioboro lewat sirip-sirip jalan dengan menunjukkan kartu itu ke petugas jaga.

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta Agus Arif menyampaikan, pemberian kartu tanda masuk itu diberikan kepada PPMAY karena di sepanjang Jalan Malioboro itu tidak hanya tempat usaha seperti toko, tapi juga tempat tinggal. Saat diberlakukan full pedestrian tentu harus ada akses keluar masuk bagi warga yang tinggal di Jalan Malioboro.

“Kartu hanya berlaku untuk sepeda motor. Itu pun saat melintasi Malioboro kendaraan dimatikan dan dituntun. Masyarakat yang tinggal di belakang (Jalan Malioboro) akses keluar masuk dari sirip-sirip jalan,” terang Agus seraya mengatakan, untuk uji coba semi pedestrian Malioboro pada Selasa (14/1) Wage hari ini akan dimulai siang hari mulai pukul 14.00 sampai 21.00 WIB.

Pembina PPMAY Sadana Mulya mengutarakan, dengan kartu tanda masuk itu akan mempermudah akses bagi pengusaha sekaligus warga yang tinggal di Jalan Malioboro.

Di sisi lain, Pemda DIY berencana menerapkan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di kawasan Malioboro pada Maret mendatang. Gubernur DIY Sri Sultan HB X mengatakan, meski kawasan Malioboro merupakan daerah tujuan wisata unggulan di Yogyakarta, Sultan mengaku tidak khawatir pada dampak yang ditimbulkan terkait menurunnya kunjungan wisatawan.

“Kawasan tanpa rokok itu bukan berarti tidak ada orang merokok,” imbuhnya.

Fasilitas bagi perokok akan dibuat pada beberapa titik di kawasan Malioboro sehingga perokok bisa menggunakan fasilitas yang telah disediakan. “Biar orang mau merokok harus ke situ (tempat merokok yang sudah disediakan). Kita kan tidak pernah dididik disiplin, makanya kita didik disiplin sekarang,” ujarnya. (Tri/C-4)

Read previous post:
Dampak Truk Antre di TPST Piyungan, Pembuangan Sampah di Yogya Tersendat

UMBULHARJO (HARIAN MERAPI) - Pengangkutan sampah di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di Kota Yogyakarta mengalami keterlambatan sebagai dampak antrean truk

Close