Rusuh Pilkades, 37 Warga Diamankan

MERAPI-Zaini Arrosyid  Warga menunjukkan kerusakkan
MERAPI-Zaini Arrosyid
Warga menunjukkan kerusakkan

TEMANGGUNG (MERAPI) – Kepolisian Resort Temanggung mengamankan 37 warga Desa Kundisari Kecamatan Kedu dengan dugaan penganiayaan dan perusakkan usai Pilkades di desa tersebut. 4 rumah rusak dan seorang warga harus dirawat di rumah sakit pada akibat pelampisan emosi yang diduga dari pihak cakades yang kalah.

Kapolres Temanggung AKBP Muhamad Ali mengatakan kepolisian masih mendalami kasus perusakkan dan penganiayaan di Desa Kundisari. 37 warga yang diamankan sampai Jumat siang masih diminta keterangan oleh Satreskrim.

” Ada 37 orang yang diamankan dan diperiksa untuk mengetahui kronologs yang sebenarnya,” kata Kapolres Temanggung, Jumat (10/1).

Dikemukakan perusakkan mengakibatkan setidaknya empat rumah warga mengalami kerusakkan dan seorang warga mengalami luka pada kepala dan harus mendapat perawatan di rumah sakit.

Tindakan mereka, katanya, dipicu ketidakpuasan karena calon yang diusung kalah dalam pilkades. Mereka meluapkan kekesalan pada warga yang diduga mengusung calon yang menang, yang masih dalam satu dusun. Perbuatan juga secara spontan sehingga alat yang digunakan apa saja yang ada di situ, seperti batu dan kayu.

” Tetapi pelaksanaan dari pilkades ini sifatnya rahasia, sehingga tidak bisa mengetahui siapa memilih siapa dan dibilik dijamin menyalurkan aspirasi sesuai dengan hati nurani masing-masing,” katanya sambil menambahkan warga dalam memilih tidak bisa diintimidasi oleh warga lainnya.

Dikatakan sejauh ini kondisi di Temanggung secara umum kondusif. Polri telah menemui beberapa pihak dari tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk mendinginkan suasa di Desa Kondusif untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Pada masyarakat dihimbau agar tetep menjaga kodusifitas masing-masing, yang menang tidak jumowo dan yang kalah ikhlas menerima karen itu adalah pilihan masyarakat.

Seorang warga Desa Kundisari, Walbiah mengatakan peristiwa terjadi Kamis malam sekitar pukul 22.00, saat itu suaminya, Rohim sedang istirahat di rumah. Hingga kemudian ada sejumlah warga datang dan menganiaya. ” Suami luka dibagian kepala dan iga, kini dirawat di rumah sakit,” katanya.

Warga lainnya, Hamid Hasanudin mengatakan orang tuanya, Makmun sedang istirahat saat warga datang mencarinya dan lalu melempari rumahnya dengan batu, membuat setidaknya tiga kaca jendela rusak. ” Rumah yang rusak antara lain milik Makmun, Dian, Tari dan Rohim. Rohim luka dan dibawa ke rumah sakit,” katanya, sembari mengatakan dugaan kuat mereka berbuat itu sebagai imbas pilkades, mereka dikubu yang kalah.

Seperti diketahui ada tiga calon di desa itu, yakni Khabib Fauzi mendapat 1707 suara, Siswanto (1687) dan Ariadi (49). Warga yang diminta keterangan polisi dari pendukung Siswanto, sementara korban adalah pendukung Khabin Fauzi. (Osy)

Read previous post:
Cemas Rahasia Terbongkar

SAAT Kirno terjatuh dari kursi, sebenarnya menimbulkan suara gaduh yang cukup keras. Karena itu membuat Kirno panik dan segera lari

Close