WARGA DLINGO GRUDUK KELURAHAN-Tuduh Proyek Pengerasan Jalan Janggal

DLINGO (MERAPI)-Puluhan warga Dusun Gunungcilik Kelurahan Muntuk Dlingo Bantul mendatangi Kantor Lurah Desa Muntuk, Kamis (9/1). Mereka memprotes dialihkannya proyek pengerasan jalan atau cor blok dari RT 01 ke RT 05 Dusun Gunungcilik.
“Kami menilai ada kejanggalan dalam pengalihan proyek pengerasan jalan. Karena proyek sudah dianggarkan dan dilaksanakan pada 2019 melalui musyawarah dusun 2018 dikerjakan dengan anggaran dana desa. Tetapi proyek tersebut tak dilaksanakan dengan dana desa tetapi sumber dana lain,” ujar Ketua RT 01 Padukuhan Gunungcilik, Sardjiyanto di sela-sela aksi.
Disebutkan, untuk anggaran dari dana desa untuk pengerasan jalan di RT 01 Gunungcilik sebesar Rp 34,8 juta justru dialihkan untuk pengerasan jalan di RT 05. Padahal selama ini jalan RT 05 tidak begitu dimanfaatkan bagi masyarakat karena menghubungkan area persawahan. Belakangan diketahui jalan itu ada investor yang tengah mengerjakan proyek pembangunan restoran baru sehingga dilakukan pengerjaan pengerasan jalan.

Sehingga warga menilai pengalihan proyek pengerasan jalan dilakukan untuk memfasilitasi investor tersebut. Karena selama ini pengalihan proyek itu tidak pernah dirembug dengan warga. Bahkan tindakan itu dilakukan tanpa sepengetahuan warga.
Sementara Kepala Bagian Ekonomi dan Pembangunan (Kabag Ekbang) Kelurahan Muntuk, Suyanto menyatakan pemerintah desa selama ini tidak ada upaya menyelewengkan anggaran dana desa. Bahkan tidak benar terjadi kerja sama pemerintah desa dengan investor untuk pengalihan proyek pengerasan jalan.
Untuk pemindahan proyek pengerasan jalan karena di RT 01 sudah dikerjakan dengan sumber dana lain yakni bantuan khusus Kabupaten (BKK) dan TPMPD. Jangan sampai satu lokasi dianggarkan lebih dari satu sumber dana berbeda. Melihat kondisi itu pihak pemerintah desa memutuskan memindahkan lokasi lain yang kasih dalam satu dusun.

Seperti diketahui, proyek pengerasan jalan di Dusun Gunungcilik telah ada di APBDes Kelurahan Muntuk tahun 2019. Namun dalam anggaran APBDes tersebut tidak muncul anggaran dana desa untuk RT 01 tetapi secara umum diperuntukkan di Dusun Gunungcilik. Sehingga pengalihan anggaran dana desa ke wilayah RT yang lain tersebut tidak melanggar aturan yang ada.
“Kami sengaja melakukan pemindahan lokasi proyek karena ada aturan bila satu proyek tidak boleh dikerjakan dengan sumber dana yang berbeda. Dikhawatirkan nanti laporan atau LPJ hanya satu padahal ada dua sumber anggaran. Sehingga untuk mengantisipasi terjadinya pelanggaran kami alihkan ke tempat lain,” tegas Suyanto. (C-5)

Read previous post:
SAMBUT PIALA DUNIA U-20 – Renovasi Mandala Krida Dianggarkan Rp 60 Miliar

YOGYA (HARIAN MERAPI) - Proyek renovasi Stadion Mandala Krida Yogyakarta kembali dilanjutkan pada tahun 2020. Pembangunan juga difokuskan sebagai persiapan

Close