1.690 Tabung Bright Gas Dibagikan Gratis

Bupati Juliyatmono membagikan tabung bright gas secara simbolis ke pengusaha pangakalan. (Foto: Abdul Alim)
Bupati Juliyatmono membagikan tabung bright gas secara simbolis ke pengusaha pangakalan. (Foto: Abdul Alim)

KARANGANYAR (MERAPI) – Pembagian gratis tabung elpiji bright gas diharapkan mengurangi ketergantungan elpiji 3 kilogram yang dikonsumsi kalangan rumah tangga berpenghasilan rendah. Pembagiannya oleh Pemda Karanganyar dan Pertamina menyasar pangkalan elpiji. “Diimbau kepada PNS, TNI maupun Polri serta masyarakat bukan pengguna barang subsidi pemerintah, supaya menggunakan gas non subsidi ukuran 5,5 kilogram atau bright gas. Ini ukuran paling ekonomis dari elpiji non subsidi. Tidak perlu khawatir mencari tabungnya karena sudah ada di semua pangkalan elpiji,” kata Plt Kepala Bagian Perekonomian Setda Pemkab Karanganyar, Nur Rohmah Triastuti, Rabu (25/12).

Dalam pembagiannya ke pangkalan, Pemkab Karanganyar mengundang 1.600-an lebih pemilik usaha pangkalan asal 17 kecamatan di Gedung Wanita Karanganyar, Senin (23/12). Masing-masing berhak membawa pulang satu tabung bright gas. “Tujuannya menstimulasi penggunaannya. Isi lebih banyak disbanding tabung hijau yang biasanya,” jelasnya.

Dalam pembagian tabung gas ini, Pemkab Karanganyar bekerja sama dengan PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region IV Wilayah Jawa Tengah dan DIY.

Sales Area Manager Marketing Operation Region IV Pertamina DIY dan Jateng, Pande Made Andi Suryawan, mengungkapkan, pembagian tabung gas nonsubsidi ini merupakan program Pemkab Karanganyar yang dikerjasamakan dengan perusahaannya. Menurutnya, baru Pemda Karanganyar yang berinisiatif demikian.

“Ini untuk mengurangi ketergantungan terhadap elpiji bersubsidi. Harapannya subsidi berkurang dan beralih ke nonsubsidi. Jadi masyarakat banyak pilihan,” ujarnya.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono berharap pangkalan dan agen di Karanganyar tidak melakukan perbuatan melanggar hukum. Selain itu para agen juga berperan dalam memastikan distribusi gas sampai kepada masyarakat tepat sasaran.

“Ini kami beri sebagai bentuk penghargaan. Hati-hati jual gas melon, supaya tidak disalahgunakan. Gas 3 Kg untuk orang tidak mampu. Jangan ada yang aneh-aneh. Jika ada ASN yang nekat beli gas melon, silahkan lapor. Sehingga tidak ada kelangkaan karena disalahgunakan,” ujarnya. (Lim)

Read previous post:
Ada 2 Palung Berbahaya, Wisatawan Pantai Parangtritis Masih Nekat Mandi di Laut

KRETEK (MERAPI)- Libur Natal dan Tahun Baru kali ini cukup membuat lalulintas menuju dan dari obyek wisata padat. Setidaknya 10

Close