ULANG KEBERHASILAN PILKADA SLEMAN 2015: Tujuh Partai Bentuk Koalisi Santun Bersatu

MERAPI-AWAN TURSENO  Petinggi partai di Sleman mendeklarasikan diri yang tergabung pada Koalisi Santun Bersatu.
MERAPI-AWAN TURSENO
Petinggi partai di Sleman mendeklarasikan diri yang tergabung pada Koalisi Santun Bersatu.

SLEMAN (MERAPI) – Dinamika politik di Kabupaten Sleman menjelang pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 terus bergulir. Tujuh partai yang pada Pilkada 2015 membentuk Koalisi Santun dan berhasil menghantarkan Sri Purnomo-Sri Muslimatun sebagai Bupati dan Wakil Bupati Sleman, kini bergabung kembali.

Tujuh partai yang mendeklarasikan diri itu yakni PAN, PKB, Golkar, NasDem, PKS, PPP dan Demokrat. Mereka kini membangun koalisi kembali dengan nama Santun Bersatu. Lewat koalisi ini diharapkan dapat menghantarkan kembali pasangan calon sebagai Bupati dan Wakil Bupati Sleman.

Deklarasi ini dihadiri Ketua DPD PAN Sleman Sadar Narimo, Sekretaris DPD Golkar Sleman Ali Sahdan, Ketua DPC PKB Sleman Agus Kholiq, perwakilan PKS Sofyan Setyo Darmawan, Wakil Ketua DPW PPP DIY Farhan Hariem dan Ketua DPC Demokrat Sleman Sarjono.

Ketua Koalisi Santun Bersatu, Sadar Narimo menyampaikan, 7 partai tersebut beberapa bulan lalu terus berkomunikasi dalam menghadapi Pilkada Sleman tahun 2020. Koalisi ini mendapat 29 kursi di DPRD Sleman. Sehingga lebih dari cukup untuk mengusung pasangan calon seperti yang disyaratkan KPU yaitu minimal 10 kursi atau 20 persen dari jumlah kursi di DPRD Sleman.

“Sebenarnya dari beberapa bulan lalu 7 partai ini terus berkomunikasi untuk membahas langkah kedepan menghadapi Pilkada 2020,”kata Sadar Narimo kepada wartawan di Puri Mataram, Selasa (24/12).
Ketua DPD PAN Sleman ini mengungkapkan, deklarasi ini, menjadi momentum untuk bergerak guna menentukan nama yang bakal diusung dalam koalisi ini. Meski begitu, koalisi ini masih dinamis dan memberi kesempatan kepada partai lain untuk bergabung.

Begitu pula untuk pasangan calon yang akan diusung, sampai saat ini belum menentukan nama. Pasalnya, seluruh partai di dalam koalisi masih berproses dalam menjaring nama-nama yang akan diajukan.

Disampaikan Sadar, partai yang ada dalam koalisi diberi waktu hingga dua bulan untuk melakukan proses penjaringan dan penyaringan. Mekanismenya diserahkan kepada internal partai masing-masing.
“Dua bulan itu harus sudah selesai. Partai dalam koalisi ini agar mengajukan nama-nama terbaiknya dalam penjaringan dan penyaringan di internal mereka masing-masing,” imbuh Anggota DPRD DIY ini.
Begitu pula dalam menentukan nama pasangan calon yang akan diusung, koalisi tidak akan kaku dalam mengambil keputusan. Tetapi akan lebih mengedepankan musyawarah mufakat. Selain itu, nama calon yang diusung juga tidak harus dari internal koalisi.

“Tetap membuka kemungkinan ketika nanti berproses figur terbaik, kami akan membuka diri. Yang penting nama-nama itu dekat dengan masyarakat dan punya komitmen untuk memajukan Sleman,” lanjutnya.

Sadar Narimo menambahkan, untuk menuju kemenangan, pihaknya masih berupaya membangun rumah koalisi dan bersilahturahmi dengan semua stakeholder di Kabupaten Sleman.

“Setelah ini, Koalisi Santun akan bertemu Pimpinan cabang NU Kabupaten Sleman dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sleman. Agenda ini dalam rangka memohon doa restu dan saran serta kritik dari beliau-beliau untuk membangun dan memajukan Sleman,” tegasnya.

Menurut Sadar, saran, masukan, dan kritik dari semua unsur masyarakat penting dan diperlukan karena membangun Sleman membutuhkan energi besar. Apalagi dinamaika politik masih panjang, karena pendaftaran pasangan calon baru dibuka pada Juni-Juli 2020.

Sekretaris DPD Golkar Sleman Ali Sahdan menambahkan, dalam koalisi ini ada nama petahana yang merupakan kader dari Partai Nasdem. Namun, hal itu menurutnya bukan menjadi jaminan.
“Masih terlalu dini untuk menentukan pasangan calon. Apalagi masing-masing partai dalam Koalisi Santun Bersatu punya mekanisme sendiri,” katanya.

Mekanisme internal partai itu harus dihormati. Namun dia menegaskan, dalam pertemuan-pertemuan yang sudah dilakukan, potensi terbesar untuk diusung menjadi bakal calon bupati dan wakil bupati muncul dari pimpinan masing-masing partai koalisi. “Pimpinan partai politik yang diharapkan menjadi prioritas utama dalam mengarungi koalisi ini,” tandasnya. (Awn)

Read previous post:
Masyarakat Ikut Berperan Dongkrak Kunjungan Wisata di Sleman

MLATI (MERAPI) - Upaya untuk mendongkrak wisatawan di Kabupaten Sleman, perlu melibatkan banyak pihak. Salah satunya peran serta masyarakat dalam

Close