PKL Kuliner Jangan Coba-coba Nuthuk Harga

CITRA pariwisata Kota Yogyakarta kembali diuji pada musim libur panjang akhir tahun ini. Karenanya, semua pelaku wisata diminta memberikan pelayanan terbaik. Salah satunya tidak nuthuk atau aji mumpung menaikkan harga secara tidak wajar. Pedagang yang ngeyel terancam blacklist, tidak boleh berjualan lagi di Yogya.

Komitmen ini disambut pedagang kaki lima (PKL) Malioboro. “Kami angkringan Malioboro bersama PKL lainnya berkomitmen tidak nuthuk harga. Artinya harga standar,” kata Ketua Paguyuban Angkringan Malioboro, Dimanto kepada Merapi belum lama ini.

Dimanto menjelaskan, yang dimaksud harga standar adalah harga yang diterapkan pada angkingan umumnya. Misalnya teh panas dihargai Rp 3.000 bagi pelanggan dan harga maksimal minuman Rp 5.000 untuk tamu dari luar kota. Alasannya untuk harga Rp 5.000 karena menggunakan gelas cup plastik. Harga itu sudah kesepakatan para pedagang di paguyuban.

“Selama ini, belum ada angkringan di Malioboro yang nuthuk,” ujarnya.

Dia menyatakan para komunitas pedagang kuliner Malioboro juga melakukan pengawasan ke para pedagang. Jika ada pedagang yang melanggar, maka ada sanksi dari paguyuban. Total ada 28 pedagang angkringan yang beroperasional di pedestrian sisi timur Malioboro pada siang hari.

“Kalau langgar sekali diingatkan. Tiga kali melanggar, tidak boleh jualan selama liburan. Melanggar lagi, diusulkan izin dicabut ke UPT Malioboro,” imbuh Dimanto.

Untuk kebersihan Malioboro diakuinya ada pembersihan dan pengambilan sampah secara rutin sehari tiga kali. Namun saat libur akhir tahun menurutnya jumlah petugas kebersihan masih kurang. Oleh sebab itu pada PKL di Malioboro sepakat juga menambah tenaga kebersihan.

“PKL Malioboro sepakat tambah tenaga kebersihan dan sewa armada. Itu pakai biaya sendiri para PKL. Tiap hari PKL juga bersih-bersih di lapaknya sendiri,” paparnya.

Satgas Harga

Secara terpisah, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Malioboro Kota Yogyakarta Ekwanto mengakui dulu pernah ada satu PKL Malioboro yang nuthuk, tapi dua tahun terakhir tidak ada pedagang yang nuthuk. PKL itu, lanjutnya, sudah diberi sanksi dengan dicabut izin berjualannnya di Malioboro.

“Hanya satu PKL dan sekarang sudah tidak ada lagi. Kalau sampai terbukti nuthuk kami serahkan penyidik Satpol PP PPNS bisa kena tindakan final sampai pencabutan izin. Jadi jangan coba-coba untuk nuthuk harga karena pemerintah akan tegas,” terang Ekwanto.

Dia menuturkan, untuk menghadapi libur Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 pihaknya mengerahkan petugas Jogoboro guna melakukan koordinasi dan memberikan arahan kepada para ketua komunitas PKL di Malioboro. Selain itu juga menerjunkan Satgas Harga yang melibatkan Satpol PP Penyidik PNS untuk memantau PKL kuliner dan lesehan terkait harga.

“Termasuk melakukan penertiban, eksekusi ata pelanggaran oleh pelaku wisata atau PKL yang melanggar,” tambahnya.

Dia mengutarakan, jika ada wisatawan atau pengunjung Malioboro yang dirugikan atau kena nuthuk bisa lapor atau mengadu ke Kantor UPT Malioboro. Menurutnya, ada sekitar 2.300 pedagang PKL di Malioboro.

Di sisi lain, Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi berharap pada libur Natal dan Tahun baru nanti tidak ada keluhan atau komplain dari wisatawan terkait pelayanan wisata di Kota Yogyakarta. Misalnya tarif parkir, menaikkan harga sembarangan atau nuthuk. “Tidak boleh lagi ada komplain dari wisatawan,” kata Heroe.

Dia mengatakan akan menindak tegas pelaku wisata yang tidak memberikan pelayanan terbaik kepada wisatawan. Salah satunya memasukkan pelaku wisata tersebut ke daftar hitam. Baik dari lokasi berjualan maupun mengurus perizinan tidak diperbolehkan.

“Akan kami blacklist. Misalnya jika ada pedagang nuthuk, tempat jualannya akan ditutup. Tidak boleh lagi berjualan di Yogyakarta atau mengurus perizinan tidak lagi diperbolehkan,” tegasnya.

Menurutnya semua pelaku wisata harus memberikan pelayanan terbaik kepada wisatawan yang datang karena bisa mempengaruhi citra seluruh wisata di Yogya. Pelayanan yang buruk akan berdampak pada wisata Kota Yogya ke depan. Sebaliknya pelayanan baik dan berkesan akan mendatangkan kembali wisatawan ke Yogyakarta. (Tri/C-4/Son)

Read previous post:
Gerombolan Pelajar Serang Pelajar di JJLS

WONOSARI (HARIAN MERAPI) - Dua pelajar SMA di Bantul menjadi korban penganiayaan oleh sesama gerombolan pelajar SMA dari Bantul di

Close