HADAPI PILKADA 2020: PAN Sleman Munculkan 6 Nama Kader Internal

MERAPI-AWAN TURSENO  Dari kiri: Trisnawati, Sadar Narimo dan Sekarmaji.
MERAPI-AWAN TURSENO
Dari kiri: Trisnawati, Sadar Narimo dan Sekarmaji.

SLEMAN (MERAPI) – Menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 Kabupaten Sleman, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) telah menyusun berbagai strategi. Salah satunya dengan membentuk Tim Internal Pemenangan Pilkada Sleman untuk menjaring dan menyaring tokoh-tokoh yang layak untuk diusulkan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN.

Ketua DPD PAN Sleman, Sadar Narimo menjelaskan, setelah membentuk tim pemenangan, sampai saat ini sudah ada 6 orang kader PAN yang diusulkan untuk mengikuti penjaringan dan penyaringan calon bupati maupun wakil bupati. Keenam nama tersebut yaitu Sadar Narimo, Mumtaz Rais, Arif Kurniawan, Raudi Akmal, Inoki Azmi Purnomo dan Abdul Kadir.

“Sementara ini ada 6 kader internal yang diusulkan. Meski begitu kita akan terus untuk menampung aspirasi kader dari tingkat kabupaten, kecamatan hingga tingkat desa. Jadi 6 nama tersebut masih dimungkinkan dapat bertambah,” kata Sadar Narimo kepada wartawan di kantor DPD PAN Sleman, Jumat (13/12).

Didampingi Ketua Tim Internal Pemenangan Pilkada Sleman, Sekarmaji dan sekretaris Trisnawati, Sadar menyampaikan, sesuai tahapan Pilkada dari KPUD Sleman, pendaftaran pasangan calon bupati dan wakil bupati akan dilaksanakan sekitar Juni sampai Juli 2020. Untuk itu pihaknya mempersiapkan sedini mungkin kader internal partai yang layak untuk dijadikan pemimpin di Kabupaten Sleman.

Melihat hasil  selama tiga periode Pilkada yang lalu, PAN Sleman mampu menempatkan kadernya duduk menjadi wakil bupati dan dua kali sebagai bupati. Pemilu 2020 partai berlambang matahari terbit ini juga membidik jabatan bupati meskipun bukan harga mati.

“Sampai saat ini kita masih mengajukan calon bupati. Namun, karena PAN hanya memperoleh 6 kursi di DPRD Sleman, maka harus berkoalisi dengan partai lain untuk memenuhi syarat mengajukan pasangan calon yaitu 10 kursi,” terangnya.
Ketika disinggung beredarnya kabar bahwa DPP PAN telah menurunkan rekomendasi kepada Mumtaz Rais, Sadar menegaskan bahwa sampai saat ini pihaknya belum menerima bentuk fisik maupun secara lisan dari DPP.

“Sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), pintu masuk calon bupati atau wakil bupati lewat DPD dan diusulkan ke DPP lewat DPW. Karena sampai detik ini belum menerima, proses penjaringan dan penyaringan terus berjalan,” tegas anggota DPRD DIY ini.

Namun, lanjutnya, jika benar ada surat rekomendasi pada Mumtaz Rais, DPD PAN Sleman bakal melakukan langkah yakni berdialog dengan DPW dan DPP. Pasalnya, saat ini pedoman yang dipegang DPD PAN Sleman masih berdasar aturan partai yaitu penjaringan dimulai terlebih dahulu dari tingkat kabupaten/kota.

“Kalau rekomendasi untuk Mumtaz sampai DPD, kami akan lakukan konfirmasi ke DPP dan melakukan dialog. Kami yakin PAN demokratis. Karena ada aturan dan tahapan yang harus dijalani dalam penjaringan. Tapi dari pengalaman, rekomendasi itu bisa lebih dari satu. Seperti di daerah lain bisa dua atau tiga nama,” tegasnya.

Sekarmaji menambahkan, di tahun 2020 nanti partainya dipastikan tak bisa mengusung calon secara mandiri melihat perolehan kursi DPRD Kabupaten Sleman. Hal tersebut secara tak langsung menandai adanya proses panjang bakal calon internal untuk bisa melaju sebagai Sleman 1 atau Sleman 2 di pilkada mendatang.
“Kami tidak bisa maju sendiri, harus koalisi dengan partai lain. Sehingga nama-nama ini belum tentu nanti disetujui partai koalisi. Saat ini kami masih fokus menguatkan mesin partai, kemudian mensolidkan koalisi. Jadi tahapannya masih sangat jauh, tetapi kami di kabupaten berharap rekomendasi muncul tidak hanya satu karena bisa jadi opsi ketika ada dinamika dalam koalisi,” pungkasnya. (Awn)

Read previous post:
Warga Giripurwo Berebut Cucur

PURWOSARI (MERAPI) - Sebanyak 1.500 biji cucur diarak dari jalan menuju halaman Balai Desa Giripurwo, Kecamatan Purwosari, Gunungkidul. Hanya dalam

Close