Menuju Cyber Province, Pemda DIY Gandeng Grab Indonesia

YOGYA (HARIAN MERAPI) – Pemda DIY dan Bank Pembangunan Daerah (BPD) DIY melakukan penandatanganan kerja sama dengan Grab Indonesia bertujuan meningkatkan jaringan pada beberapa sektor dengan berbasis teknologi untuk menuju Yogyakarta Cyber Province.

“Jadi ini pola masuk aja, secara bertahap mau ndak mau perlu investasi untuk akhirnya cyber province itu terjadi. Karena tuntutan perkembangan dalam pertanggungjawaban Pemda pada pemerintah pusat dan publik memerlukan informasi terbuka sebagai pemerintahan yang kredibel, harus bisa diakses,” ungkap Gubernur DIY Sri Sultan HB X usai penandatanganan kerja sama, Jumat (13/12) di Gedung Pracimantoro, Kompleks Kepatihan.

Ia menjelaskan, kerja sama sebagai salah satu kemungkinan untuk mengembangkan jaringan agar lebih kompetitif dan memungkingkan untuk dikenal di seluruh dunia. “Karena jaringan bisa mengabarkan aktivitas budaya dan aktivitas macam-macam,” imbuhnya.

Direktur Utama Bank BPD DIY, Santoso Rohmad mengatakan, kerja sama strategis dan potensial mengingat mitra Grab (driver) sendiri setidaknya kini ada 6.500 mitra yang tersebar di DIY. “Kalau masuk ke BPD kita bisa bermitra sehingga dapat melakukan literasi keuangan dan sinergi pemasaran bersama. Ke depan kerjasama bidang pembayaran bisa diperluas melalui mobile banking,” ungkapnya.

Ia mengatakan kerja sama strategis ke depan akan terus berkembang. Bank BPD DIY sebagai Bank Daerah akan selalu membuka peluang untuk pelayanan publik di Yogyakarta dan kerja sama dengan Grab ini menjadi awal. “Jadi kita harus membuka ruang untuk melakukan sinergi dengan berbagai perusahaan berbasis Informasi Teknologi (IT). Ke depan kan harus berbasis IT semua,” imbuhnya.

Sementara Managing Director Grab Indonesia, Neneng Goenadi mengatakan kerja sama dilakukan untuk membantu Pemda DIY dalam berbagai bidang berbasis teknologi dan membantu pada usaha kecil dan menengah di Yogyakarta.

“Adapun kerja sama Bank BPD untuk inklusi managemen bagi mitra Grab dan digitalisasi mitra dalam bentuk program maupun aplikasi sehingga dapat membantu usaha kecil menengah,” ungkapnya.

Ia mengungkapkan bahwa semua orang apapun latar belakang dan kondisinya bisa memperoleh manfaat dari era ekonomi digital atau disebut juga sebagai revolusi industri 4.0.

“Semoga melalui kerja sama ini dapat membantu meningkatkan keterampilan dan menyediakan kesempatan lebih banyak bagi masyarakat Yogyakarta dalam menyambut masa depan ekonomi digital,” imbuhnya. (C-4)

Read previous post:
CERITA PAHIT DI BALIK MANISNYA JADI DRIVER OJOL-Tekor Rp 500 Ribu Akibat Order Fiktif

KOTAGEDE (MERAPI)- Terungkapnya sindikat penipu rekrutmen driver ojek online (ojol) menunjukkan bahwa profesi ini banyak diminati sebagian masyarakat. Mereka bahkan

Close