2 Mahasiswa UIN Ciptakan Alat Praktikum Ramah Difabel

MERAPI – ISTIMEWA  Aji dan Adi menunjukkan Alat Praktikum Pendulum Reversibel Ramah Difabel ciptaannya.
MERAPI – ISTIMEWA
Aji dan Adi menunjukkan Alat Praktikum Pendulum Reversibel Ramah Difabel ciptaannya.

DEPOK (MERAPI) – Guna memudahkan penyandang difabel netra dalam menjalani praktikum, dua mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Aji Rahmadi dan Adi Ahmad Dimisa yang berasal dari Prodi Fisika, menciptakan alat praktikum Pendulum Reversibel.

Alat praktikum Pendulum Reversibel merupakan alat praktikum fisika yang ramah difabel, khususnya untuk para penyandang tunanetra. Adi menjelaskan, alat tersebut layaknya seperti alat praktikum pada umumnya, yang digunakan oleh praktikan normal, yang membedakan yaitu outputnya dirubah dalam bentuk suara.
“Alat praktikum pendulum reversible dengan output yang berupa suara dapat memudahkan praktikan penyandang tunanetra dalam menentukan variasi panjang massa dan periode dari pendulum,” terangnya, Kamis (12/12) siang.

Menurut Adi, alat ini dapat mencatat dan menganalisis hasil data yang mereka dengar melalui suara yang keluar dari buzzer dengan sentuhan kode dari arduino nano. Ia menerangkan, jika dalam pembuatan alat ini biaya yang dikeluarkan cukup terjangkau.

“Kami berpikir untuk membuat alat ini dengan harga yang seminimal mungkin, karena salah satu tujuan kami membuat alat ini adalah agar alat ini bisa diproduksi dalam jumlah yang banyak,” katanya.

Adi berharap, alat tersebut mampu diproduksi massal dan membantu siswa/siswi tunanetra di Indonesia dalam menjalankan praktikum di sekolah masing-masing. “Semoga dapat diproduksi massal, sehingga para siswa/siswi penyandang tunanetra dapat mengikuti praktikum dengan lancar selayaknya siswa/siswi normal,” ungkapnya.

Sebelumnya, alat ini berhasil memenangkan lomba Inovasi Media Pembelajaran dan Praktikum Nasional untuk SMK dan Madrasah 2019 yang diselenggarakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi DKI Jakarta.

Mereka berdua telah berhasil menyisihkan puluhan pesaingnya melalui tahap seleksi yang berasal dari kalangan santri, mahasiswa dan dosen di seluruh Indonesia. (C-2)

Read previous post:
ilustrasi
Petaka Tengah Malam

TIADA hari tanpa klitih. Mungkin itulah ungkapan yang tepat untuk menggambarkan betapa aksi klitih sudah merebak dan hampir terjadi setiap

Close