2 OKNUM PENGAWAL TERANCAM SANKSI-Sipir Ajak Napi Wanita Ngamar

WONOSARI (MERAPI)-Sudah dua bulan, seorang wanita berstatus tahanan Kejaksaan Negeri Wonosari, Gunungkidul, DRS (26) kabur dan hingga kini belum ditemukan. Kejadian ini dipastikan akibat kelalaian dua oknum petugas pengawalan (sipir). Sebab, DRS kabur usai diajak kedua sipir itu ngamar di sbeuah hotel saat dalam perjalanan ke Lapas Wirogunan setelah menjalani sidang di PN Wonosari.
Dua petugas yang lalai dalam menjalankan tugas itu telah menjalani proses pemeriksaan. Namun hingga kemarin, keduanya belum dipecat. Untuk sementara mereka telah dikenai sanksi dinonaktifkan dari ketugasannya.

Kepala Kejaksaan Negeri Gunungkidul, Asnawi Mukti SH kepada wartawan Jumat (6/12) mengatakan, berdasarkan bukti-bukti permulaan, terdapat unsur kesalahan oknum petugas. “Pemeriksaan sudah kami lakukan secara internal, juga dari Kejaksaan Tinggi DIY bahwa ada kelalaian dari oknum petugas pengawalan,” kata Asnawi Mukti SH.
Dari hasil pemerksaan yang dilakukan, kata dia, kedua oknum sipir itu mengakui memang berbuat kesalahan yang memicu kaburnya napi tersebut. “Petugas kejaksaan kala itu bertugas mengantar dan mengawal tahanan kembali ke rumah tahanan Lapas Klas II A Yogyakarta,” jelasnya.

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, awalnya kedua oknum sipir itu ditugasi mengawal DRS yang menjalani persidangan di PN Wonosari pada Oktober lalu. Usai sidang, sedianya napi harus dikembalikan ke Rutan Wirogunan. Namun saat hendak ke Yogya, bukannya lewat Jalan Yogya-Wonosari, namun kedua sipir itu memilih lewat jalur selatan. Sampai di wilayah Puwosari, mereka mengajak napi wanita itu ngamar di losmen.
Tak lama berselang, saat keduanya lengah, DRS pun kabur dan hingga kini belum diketahui rimbanya. Menurut Asnawi, hasil pemeriksaan kedua sipir itu sudah selesai dilakukan dan kini sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Agung untuk menunggu sanksi atas kesalahannya tersebut. Adapun untuk sanksi sementara, Kejaksaan Negeri Gunungkidul telah melakukan penonaktifan dari ketugasan mereka. Keduanya saat ini ditugaskan di perpustakaan agar belajar memahami kesalahan yang dilakukan.

“Dari bukti yang kita dapat, kedua oknum petugas tersebut melakukan kesalahan dengan membohongi atasan,” ucapnya. Saat dilakukan pemeriksaan, awalnya kedua oknum petugas tersebut memang sempat berkelit atas tindakan yang dilakukan. Namun setelah disertakan bukti dan pemeriksaan, akhirnya keduanya mengakui perbuatan yang mereka lakukan. (Pur)

Read previous post:
UMKM Kulonprogo Didorong Perbaiki Kemasan

PENGASIH (HARIAN MERAPI) - Perkembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kulonprogo semakin pesat, seiring kemajuan daerah ini. Agar daya saingnya

Close