PULUIHAN HASIL KARYA PEREMPUAN DIPAMERKAN-Dorong Kemandirian Agar Tak Jadi Korban KDRT

WATES (MERAPI) – Puluhan produk hasil karya para perempuan Kulonprogo dipamerkan di Gedung Kaca Kompleks Pemkab Kulonprogo selama dua hari, Kamis-Jumat (5-6/12). Selain digelar untuk memperingati Hari Ibu yang jatuh pada 22 Desember, pameran bertajuk Ekspose Hasil Karya Perempuan tersebut juga bertujuan untuk mewujudkan kemandirian kaum ibu di Kulonprogo.
Ekspose Hasil Karya Perempuan digelar Pemkab Kulonprogo melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A), dengan menggandeng sejumlah organisasi perempuan seperti Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) dan Gabungan Organisasi Wanita (GOW). Ketua panitia acara, Erna Eka Saputra menyampaikan, kegiatan ini bertujuan untuk mengeksplore produk kaum perempuan Kulonprogo terutama hasil binaan Dinsos P3A dan IWAPI.

“Sedikitnya 80 jenis karya yang dipamerkan, mulai dari makanan, kerajinan dan produk industri rumah tangga lainnya. Mereka adalah kaum ibu perwakilan 12 kecamatan se-Kulonprogo,” kata Erna, di sela acara.
Beragam hasil karya baik perorangan maupun berkelompok ini menjadi bukti bahwa perempuan Kulonprogo bisa berjaya dan mandiri di era milenial. Mereka terus didorong untuk menghasilkan karya agar tidak tertinggal dengan perkembangan Kulonprogo pascaoperasional YIA. Kaum ibu diharapkan tidak gagap dengan perubahan di daerahnya, serta mampu bersaing dengan SDM daerah lain. Terlebih selama ini, cukup banyak dari mereka yang bisa mengembangkan kreativitas, berkarya mengasah keterampilan serta mampu mengaktualisasikan diri demi meningkatkan ketahanan keluarga.
“Dengan berdaya, mereka tidak akan menjadi korban KDRT juga,” imbuh Erna.

Bupati Kulonprogo, Sutedjo saat membuka Ekspose Hasil Karya Perempuan menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas digelarnya kegiatan ini. Keikutsertaan produk hasil karya perempuan untuk diekspose pada kesempatan tersebut menunjukkan bahwa perempuan merupakan bagian dari SDM pembangunan Kulonprogo yang punya potensi, ketrampilan dan keunggulan untuk dikembangkan.
Bupati menilai, kaum perempuan Kulonprogo telah berpartisipasi aktif dalam melaksanakan kegiatan yang menunjang peningkatan ekonomi produktif untuk meningkatkan kesejahteraan, bekerjasama dengan lintas sektoral melalui kelompok pemberdayaan perempuan seperti Program Terpadu Peningkatan Peranan Wanita menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (P2WKSS), Desa Perempuan Indonesia Maju mandiri (Desa Prima), Perempuan Pelaku Industri Rumahan, Kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) binaan TP-PKK, Kelompok Usaha Bersama (KUBE) dan berbagai kelompok pemberdayaan ekonomi perempuan lainnya.

“Ini merupakan bentuk penghargaan kepada kaum ibu dengan cara menampilkan karya terbaik mereka yang layak untuk diperkenalkan dan dipasarkan kepada masyarakat luas. Diharapkan, pameran ini mampu meningkatkan derajat ekonomi keluarga serta menjadi salah satu program pengentasan kemiskinan di Kulonprogo,” urainya.
Kegiatan Ekspose Hasil Karya Perempuan mengambil tema Perempuan Maju Perempuan Berdaya. Ini sangatlah relevan dengan semangat kaum perempuan dalam mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender melalui karya dan peran serta dalam pembangunan. Kaum perempuan bukanlah menjadi pesaing kaum laki-laki, tapi menjadi mitra pembangunan yang setara dengan kaum laki-laki, sehingga tujuan pembangunan yang berkelanjutan dapat dicapai dan dinikmati hasilnya oleh seluruh lapisan masyarakat.
“Masyarakat kami minta menunjukkan dan membuktikan semangat Bela Beli Kulonprogo dengan membeli dan menghargai produk kaum perempuan Kulonprogo,” kata Sutedjo. (Unt)

Read previous post:
Ratusan Buruh Pabrik Keracunan Tongkol

NGAGLIK (MERAPI)- Ratusan karyawan sebuah pabrik garmen di wilayah Ngaglik, Sleman harus dilarikan ke rumah sakit Panti Nugroho Pakem karena

Close