Angin Lesus Mengamuk di Karanganyar, Kerusakan Merata

Pohon ambruk di area alun-alun Karanganyar. (Foto:Abdul Alim)
Pohon ambruk di area alun-alun Karanganyar. (Foto:Abdul Alim)

KARANGANYAR (MERAPI) – Hujan deras disertai angin kencang memporak-porandakan puluhan tenda PKL di Taman Pancasila Karanganyar, Rabu (4/12) sore. Terdeteksi pula kerusakan fasilitas publik dan privat di wilayah sekitarnya. “Belum lama bula sudah tersapu angin. Akhirnya ditutup saja. Lapak milik kami beterbangan,” ujar Yuni Susilowati, pedagang aksesori di Taman Pancasila.

Ia mengatakan, angin kencang bertiup dari segala arah saat ia sedang melayani pembeli sekitar pukul 16.00 WIB. Para pengunjung di ruang publik itu berlarian menyelamatkan diri. Sedangkan para pedagang memberesi dagangannya yang kocar-kacir.

Pantauan wartawan, ruas Jalan Mojopahit, di sebelah timur kompleks gedung Setda Karanganyar tak bisa diakses, karena sebuah pohon besar tumbang menutupi jalan. Satu tiang lampu juga patah dan posisinya melintang hingga menutupi sebagian ruas jalan.

Di ruas Jalan Kapten Mulyadi, beberapa pohon tumbang, membuat akses kendaraan dari timur menuju barat terhalang. Padahal, ruas jalan tersebut merupakan lajur lalu lintas utama dari timur menuju barat kota.

Mobil ambulans milik Partai Gerindra yang diparkir di tepi jalan, ikut terdampak. Bagian atas mobil tersebut kerobohan pohon, meski tidak sampai menyebabkan kerusakan parah.

Wakabid Operasional SAR Karanganyar M Rasyid Al Fauzan saat dikonfirmasi mengatakan, area yang terdampak angin kencang cukup luas.

“Kawasan kota merata. Hampir semuanya kena. Selain itu di kawasan Tasikmadu dan Kebakkramat juga cukup banyak yang kena. Saat ini, kami sedang melakukan pendataan di lapangan, sekaligus melakukan evakuasi bersama warga dan relawan, jika ada akses jalan yang tertutup pohon tumbang, atau hal lain yang butuh penanganan,” katanya. Hingga Kamis malam, laporan pohon tumbang memblokade jalan dan matinya jaringan listrik. (Lim)

Read previous post:
Mengingkari Janji

SELAMA Jaka terbaring di rumah sakit, yang setia menunggu memang hanya Tuliyah sebagai ibunya. Sementara Jarino sebagai ayah, hanya sesekali

Close