SAPDA DISKUSI HADIRKAN PROF PATRICK- Perlindungan Disabilitas Jadi Sorotan


Prof Patrick (kiri) dalam diskusi di Kantor SAPDA Yogyakarta. (MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)
Prof Patrick (kiri) dalam diskusi di Kantor SAPDA Yogyakarta. (MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)

KOTAGEDE (MERAPI) – Untuk memberikan pengalaman kepada praktisi hukum dan aktivis disabilitas, Sentra Advokasi Perempuan Disabilitas dan Anak (SAPDA) menggelar diskusi di Pendopo Kantor Yayasan SAPDA di Perum Pilahan Permai Rejowinangun Kotagede Yogya, Selasa (3/12) sore.


Koordinator Program SAPDA, Sholih Muhdlor mengatakan, untuk memberikan pengalaman baru kepada praktisi hukum dan aktivis disabilitas pihaknya mendatangkan Chair of Policy Research, Prof Patrick Keyser dari La Trobe University Melbourne Australia dan Dina Afrianty dari Australia Indonesia Disability Research and Advocacy Network (AIDRAN).


“Kami mendatangkan Prof Patrick dalam diskusi penanganan hukum pada penyandang disabilitas. Maksud dan tujuan kegiatan ini untuk saling berbagi pengalaman dan praktik baik pelaksanaan perlindungan hukum bagi disabilitas,” ujar Sholih kepada wartawan usai acara.


Dalam diskusi tersebut diikuti puluhan orang dari PBHI Yogyakarta, Peradi Sleman, Rifka Annisa, perwakilan Paralegal Kota Yogyakarta dan SAPDA. Dengan dihadirkannya peneliti tersebut para peserta dapat berbagi pengalaman penanganan kasus dan mendengar bagaimana penanganan kasus di Australia.


Sementara Prof Patrick dalam kesempatan tersebut menyampaikan tentang peraturan Anti Diskriminasi Penyandang Disabilitas (Anti Discrimination Act) dan jaminan sosial bagi penyandang disabilitas atau National Disability Insurance Scheme – Skema Nasional m Asuransi Penyandang Disabilitas (NDIS). Kedua peraturan itu menjadi salah satu dasar hukum negara Kanguru tersebut dalam melindungi dan memenuhi hak disabilitas dan sekaligus sebagai pegangan penyandang disabilitas mencari keadilan.


Di samping itu, Prof Patrick juga menyampaikan sejarah terbentuknya dua aturan tersebut. Hal ini diharapkan menjadi pengalaman bagi praktisi hukum maupun aktivis disabilitas di Indonesia khususnya di Yogyakarta dalam pendampingan hukum dan memperjuangkan keadilan bagi perempuan dan anak penyandang disabilitas. (C-5)


Read previous post:
14 DESEMBER KONSULTASI HUKUM GRATIS DI DPRD DIY- DPC Peradi Wates Audiensi dengan Bupati Sutedjo

WATES (MERAPI) - Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Advokat Indonesia (DPC Peradi) Wates melakukan audiensi dengan Bupati Kulonprogo, Drs H Sutedjo

Close