Klitih Merajalela, Wawali Minta Guru Awasi Geng Pelajar

UMBULHARJO (MERAPI)- Aksi pembacokan dengan pelaku pelajar atau klitih yang kembali muncul di Kota Yogyakarta menjadi sorotan banyak pihak, termasuk Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi. Wawali mengatakan beberapa program Pemkot Yogyakarta untuk mencegah klitih yang sudah dilakukan selama ini, bakal dievaluasi. Selain itu, dia juga meminta peran lebih dari guru, kepala sekolah hingga orangtua siswa.
“Meskipun sudah melakukan banyak hal untuk mencegah klitih, masih ada beberapa yang muncul lagi. Bagi kami ini ada sesuatu yang perlu diperkuat lagi agar tidak muncul klitih,” kata Heroe Poerwadi kepada wartawan, Selasa (3/11).
Dia menyatakan beberapa program untuk mencegah klitih sudah dilakukan seperti patroli rutin dan program panca tertib di sekolah.

Menurutnya dengan proram itu, kejadian klitih bisa ditekan agak lama beberapa waktu lalu ditambah adanya patrol rutin oleh Satpol PP, linmas maupun kepolisian secara terus menerus. Namun saat patroli itu agak kendor, klitih kembali muncul. Pihaknya berharap lingkungan sekolah dan keluarga juga berperan mencegah klitih.
“Inilah yang harus mulai dijaga. Kami harap ibu-ibu dan bapak-bapak yang anak-anaknya belum jelas pulang ke rumah, harus sudah mulai ditanyakan untuk segera pulang. Itu adalah perhatian untuk melindungi anak-anak jadi pelaku maupun korban klitih,” terangnya.
Untuk Panca Tertib di sekolah, diakuinya program itu baru mulai masuk di beberapa sekolah di Kota Yogyakarta. Pihaknya meminta program Panca Tertib di sekolah memiliki gerakan-gerakan yang lebih konkret. Termasuk mengevaluasi program yang sudah berjalan di beberapa sekolah.

“Evaluasi kami selalu ada. Kadang kami belum tahu motif yang baru (klitih) ini apa. Nanti kami melihat motif yang baru ini,” ujarnya.
Dia menuturkan, dari kejadian yang sudah-sudah, aksi klitih banyak berkaitan dengan motif permusuhan antargeng pelajar. Jika motif ini masih sama, wawali menekankan kembali perlunya peran sekolah.
“Kami minta juga kepala sekolah di Kota Yogya untuk lebih peka terhadap apa yang terjadi di lingkungan sekolah, terhadap anak-anaknya. Guru-guru BP kami harap juga lebih memahami dan mencegah klitih. Termasuk geng-geng maupun kelompok-kelompok yang sering kumpul-kumpul tidak jelas, harus mendapatkan perhatian dari sekolah,” jelas Heroe.

Seperti diketahui,a ksi pembacokan oleh anggota gerombolan jklitih kembali terkadi di Kota Yogya akhir pekan lalu. Seorang pelajar dibacok pelajar lain di Jalan Ireda Kota Yogyakarta karena salah sasaran. Pelaku pembacokan adalah pelajar SMP di Kota Yogyakarta. Dia mengaku mencari musuh namun justru mendapati korban. Kemudian beberapa waktu lalu, aksi klitih menewaskan pelajar Egi Hermawan. Dia juga dibacok tanpa alasan jelas dan diduga terkait permusuhan antargeng. Pelaku kasus ini masih disidangkan di PN Yogya.(Tri)

Read previous post:
Perubahan Nomenklatur Kelembagaan Dikebut

UMBULHARJO (HARIAN MERAPI) - Pemerintah Kota Yogyakarta tengah memproses Peraturan Daerah (Perda) kelambagaan yang disesuaikan dengan Perda Keistimewaan DIY. Perda

Close