Perlindungan pada Perempuan dan Anak Kurang

MERAPI-YUSRON MUSTAQIM  Koordinator Program Advokasi Yayasan Ciqal Yogyakarta lbnu Sukoco
MERAPI-YUSRON MUSTAQIM
Koordinator Program Advokasi Yayasan Ciqal Yogyakarta lbnu Sukoco

YOGYA (MERAPI) – Koordinator Program Advokasi Yayasan Ciqal Yogyakarta, Ibnu Sukoco menilai kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak di DIY hingga saat ini tergolong cukup tinggi. Hal ini menunjukkan perlindungan terhadap perempuan dan anak masih sangat minim.

“Sampai akhir tahun ini kami mencatat kekerasan terhadap perempuan dan anak khususnya disabilitas masih sangat tinggi. Bahkan dari tahun ke tahun mengalami peningkatan,” ujar Ibu Sukoco kepada wartawan, Senin (2/12).

Sampai November lalu, jumlah kasus yang ditangani Ciqal sebagai lembaga perlindungan disabilitas mencatat ada 46 kasus yang masuk. Dari jumlah tersebut terdapat 18 kasus berhasil diselesaikan dan sisanya ada 28 kasus masih dalam proses.

Jumlah kasus tersebut kemungkinan besar akan terus bertambah sampai akhir Desember 2019. Sehingga jumlah kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak yang masuk ke lembaganya terus mengalami peningkatan yang pada tahun 2018 lalu mencapai 47 kasus.

Ditambahkan, selama 5 tahun terakhir ini, Ciqal telah mendampingi 144 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Bentuk kekerasan yang terjadi kebanyakan berupa kekerasan seksual. Jumlah ini kemungkinan lebih banyak yang didampingi lembaga lain.

Bahkan dalam KDRT juga sering terjadi kekerasan seksual yang membuat istri melakukan gugat cerai. Salah satunya seorang suami melakukan kekerasan fisik untuk melakukan hubungan suami istri.

Hal itu sebagai sebagai kekerasan seksual dalam rumah tangga. Ada kelompok yang menentang karena dianggap sebagai istri telah sah menurut hukum maupun agama. Tetapi kalau untuk mendapatkan hubungan suami istri harus dipukuli terlebih dahulu agar mau melayani, itu tetap tidak diperbolehkan.

“Sehingga pemukulan tersebut sebagai bentuk kekerasan. Semua kami dampingi sampai selesai. Tetapi terkadang korban maupun keluarga korban tak mau didampingi karena hal itu sebagai aib keluarga, ya kita tidak akan memaksa,” tegas Ibnu Sukoco. (C-5)

Read previous post:
KENALKAN POTENSI DESA SETEMPAT: Warga Kepek Gelar Atraksi Budaya

DENGAN dukungan Dinas Pariwisata DIY, masyarakat Desa Kepek Saptosari Gunungkidul menggelar Atraksi Budaya Gerakan Ekowisata Kepek Bangkit pada Sabtu (30/11).

Close