Aksinya Viral di Medsos, Perampok Ketakutan

GODEAN (MERAPI)- Gara-gara salah gaul, seorang pelajar EP (16), warga Godean, Sleman harus bnerurusan dengan polisi. Dia dibekuk bersama rekannya, pemuda penganggueran AD (20) usai terlibat perampokan di depan Toko Titin Sidomoyo Godean Sleman. Kejadian ini sempat diviralkan di media sosial hingga membuat pelaku takut dan bermaksud mengembalikan hasil kejahatannya.
Satu orang lain, yang juga diamankan yakni MD tak ditahan polisi karena tak ikut melakukan perampokan.
“MD hanya sebatas saksi, karena tidak tahu kalau diajak melakukan pencurian. Dia berperan sebagai joki sepeda motor,” kata Kasat Reskrim Polres Sleman AKP Rudy Prabowo kepada wartawan, Senin (11/12).

Dijelaskan Rudy, peristiwa pencurian dengan kekerasan tersebut terjadi Minggu (24/11) pukul 03.45 WIB. Saat itu pelaku yang berjumlah tiga orang mengendarai sepeda motor berniat untuk membeli minuman.
Saat melewati depan toko Titin Sidomoyo Godean, AD melihat korban sedang bermain handphone di lokasi kejadian. Pelaku AD kemudian menyuruh joki motor untuk putar arah kembali ke tempat korban bermain handphone.
Tanpa banyak berkata-kata, dua pelaku AD dan EP turun dari sepeda motor Honda Scopy. Mereka lantas meminta uang. Karena tidak punya, korban langsung ditendang.

Sedangkan pelaku AD yang melihat korban membawa handphone langsung merampas. Karena kalah jumlah, korban hanya bisa pasrah saat handphone dibawa kabur pelaku. “Usai kejadian itu, orangtua korban langsung melaporkan kejadian itu ke Polsek Godean,” katanya.
Setelah mendapat laporan tersebut, petugas kemudian melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan ketiga pelaku. Dari tangan pelaku, petugas juga berhasil menyita barang bukti handphone korban.
“Setelah aksi pencurian itu viral di media sosial, pelaku ini ketakutan dan bermaksud mengembalikan handphone korban. Tapi belum sempat mengembalikan pelaku sudah kita amankan,” beber Rudy.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Godean Iptu Eko Haryanto menambahkan pelaku yang menggunakan pakaian ojek online saat beraksi tersebut tidak bekerja sebagai driver ojek online. Melainkan sebagai pelayan toko.
“Pelaku yang memakai jaket ojek online itu bukan driver ojek online. Tapi jaket itu milik temannya yang sebelumnya meminjam motor pelaku untuk bekerja,” ujar Eko.

Dari hasil pemeriksaan, menurut Eko belum ada motif tertentu yang dilakukan pelaku untuk melakukan tindak pidana. Kepolisian masih mengembangkan kasus tersebut untuk proses penyidikan lebih lanjut.
“Motif tertentu memang belum ada. Karena mereka itu terpengaruh minuman keras juga,” tandasnya.
Atas kasus tersebut, AD dikenakan pasal 365 atas kasus pencurian dengan kekerasan ancaman hukuman 9 tahun penjaran. Sementara EP harus wajib lapor karena masih di bawah umur. (Shn)

Read previous post:
Masa Depan BBM Kita…

KITA bisa melihat BOOMING kendaraan bermotor. Kemudahan sistem kredit kepemilikan kendaraan bermotor,benar-benar telah membuat penuh sesak jalan raya. Pemandangan anak-anak

Close