KASUS PELAJAR BACOK PELAJAR-Dua Siswa SMP Jadi Tersangka

YOGYA (MERAPI)- Setelah dilakukan pemeriksaan secara intensif, polisi akhirnya menetapkan dua orang pelajar anggota gerombolan klitih sebagai tersangka kasus pembacokan di Jalan Ireda Gondomanan, Minggu (1/12) dinihari. Kedua tersangka berstatus pelajar SMP yang merupakan eksekutor yang membacok korban Angga Tripranata (18).
“Ya betul, RK (15) warga Semaki Kulon dan RA (14) warga Rejowinangun Yogya, ditetapkan sebagai tersangka,” beber Wakasat Reskrim Polresta Yogya Iptu Basungkawa keopada wartawan, Senin (2/11).
Penetapan tersangka tersebut, menurut Iptu Basungkawa, berdasarkan alat bukti yang didapatkan dari tangan pelaku pembacokan. Selain itu, dari keterangan saksi-saksi dan hasil gelar perkara mengarah kepada dua pelaku.

Atas perbuatannya tersebut, pelaku dijerat dengan Pasal 170 Ayat (1) (2) KUHP Subsidair Pasal 354 Ayat 1 KUHP Jo 55 KUHP Lebih Subsidair Pasal 351 Ayat (1) (2) KUHP Jo 55 KUHP Atau Pasal 2 Ayat 1 UU Darurat No 12 Tahun 1951.
“Pelaku diancam dengan hukuman 9 tahun penjara. Meski demikian peradilannya sesuai dengan peradilan anak, karena masih di bawah umur,” jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, dua orang tersebut diamankan setelah melakukan pembacokan terhadap Angga Tripranata (18) warga Balerejo Umbulharjo. Akibat kejadian itu, korban mengalami luka di pergelangan tangan kirinya. Korban dibacok pelaku saat melintas di Jalan Ireda.
Usai menjadi korban pembacokan, pelaku tetap memacu sepeda motornya sebelum akhirnya jatuh di wilayah Umbulharjo Yogya. Mengetahui peristiwa itu, petugas kemudian melakukan penyelidilan dan mengamankan pelaku.

Setidaknya 12 orang pelajar diamankan dalam peristiwa tersebut, namun dua orang ditetapkan sebagai tersangka. Pasalnya RK menjadi eksekutor dan RA sebagai Joki sepeda motor, sedangkan lainya hanya sebagai saksi.
Petugas juga menyita barang bukti berupa pedang sepanjang 60 centimer yang digunakan untuk membacok korban, jaket, helm dan sepeda motor. Kini pelaku masih menjalani pemeriksaan di Polresta Yogya. (Shn)

Read previous post:
Perlindungan pada Perempuan dan Anak Kurang

YOGYA (MERAPI) - Koordinator Program Advokasi Yayasan Ciqal Yogyakarta, Ibnu Sukoco menilai kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak di DIY

Close