Wardoyo Sesak Nafas dan Tubuh Kaku Usai Evakuasi Imam Salat di Sumur

IMOGIRI(MERAPI)-Petugas bersih-bersih Pesan-Tren Ilmu Giri, Wardoyo menjadi saksi tewasnya M.Sirajul Milal. Dialah yang mengevakuasi tubuh koprban dari dfasar sumur sedalam 7 meter itu. Bahkan, saksi sempat alami hipotermia usai menyelam air sumur untuk menolong lorban.
Saksi adalah warga Nogosari, Selopamioro, Imogiri yang berlokasi di dekart TKP. Wardoyo dilarikan ke rumah sakit karena kondisinya yang memburuk paska insiden nahas tersebut. Evakuasi korban berlangsung dramatis untuk mengangkat korban dari sumur sedalam 7 meter tersebut, karena Wardoyo harus menyelam beberapa kali untuk menemukan Sirajul Milal di dasar sumur dengan kedalaman air mencapai 3 meter.

Ditemui di rumahnya, pria 35 tahun itu menceritakan kronologi kejadian pada Sabtu (30/11) malam tersebut. Wardoyo menceritakan bahwa rombongan mahasiswa dan peserta malam keakraban itu datang di Pesan-Tren Ilmu Giri pada Sabtu Siang. Kegaiatan mashasiswa pun berjalan lancar hingga petang. Namun saat Salat Isya berjamaah, ketenangan lokasi itu kemudian riuh setelah korban yang merupakan mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi itu terperosok dari pengimaman. “Saya waktu itu pulang untuk istirahat karena sejak pagi bersih-bersih lokasi. Baru istirahat sebentar, mahasiswa pada datang minta tolong. Saya langsung lari kesana,” ujarnya kepada wartawan, Senin (2/12).
Wardoyo menjelaskan, sampai di lokasi, peserta kegiatan sudah banyak berkumpul di sekitar sumur yang berada tepat di bawah pengimaman tersebut. Mereka berteriak-teriak mencari tali, kemudian Wardoyo berinisiatif mengambil selang plastik dan turun ke dalam sumur.

Sesampainya di bawah, dia masuk ke dalam air namun ternyata kedalaman air lebih di luar perkiraannya dan selangnya menjadi sangat licin karena terkena air sumur. Lantas pria yang setiap hari menjadi petugas kebersihan Pesan-Tren Ilmu Giri itu meminta pertolongan warga untuk mencarikan tali. Tidak berselang lama, seorang warga turun ke dalam sumur membawakan tali.
“Dia tidak ikut masuk ke air hanya menunggu sambil memegang tali yang saya bawa turun ke dalam air,” sebutnya.
Meski tidak bisa berenang, Wardoyo nekad menyelam namun tidak mendapati tubuh korban. Namun hingga penyelaman kedua upayanya ini tidak membuahkan hasil. Dia baru dapat menyentuh bagian tubuh korban pada penyelaman ketiga. Namun karena kehabisan nafas, Wardoyo tidak dapat mengangkat tubuh korban.

Setelah itu ada salah satu mahasiswa yang membantu turun dan berhasil mengangkat korban. Menggunakan tali, korban diangkat naik ke atas sumur, barulah rekannya dan terakhir tubuh Wardoyo yang diangkat. “Saya paling akhir, korban naik dulu ditarik dari atas, warga yang membantu saya pegang tali, terus terakhir saya. Waktu itu tangan saya sudah tidak kuat memegang tali karena saking dinginnya akhirnya sata ikat-ikat yang penting tidak lepas,” ungkapnya.
Sesampainya di atas, korban yang sudah tidak sadarkan diri itu mendapatkan pertolongan pertama namun tidak membuahkan hasil. Warga kemudian membawa korban ke RSUD Panembahan Senopati. Sesampainya di rumahsakit, korban dinyatakan meninggal dunia.

Setelah berhasil mengevakuasi korban, Wardoyo merasa lemas dan istirahat telentang di depan mushala. Beberapa menit kemudian dia merasa sesak nafas hingga dilarikan ke pos kesehatan SPN Selopamioro yang berjarak satu kilometer dari lokasi kejadian. Namun karena kondisinya semakin buruk Wardoyo dilarikan ke rumah sakit. “Tubuh saya kaku dan air panas itu tidak terasa. Saya sudah boleh pulang setelah baikan, ini masih pemulihan,” ucapnya saat ditemui Merapi di rumahnya. (C1)

Read previous post:
Gencarkan Program KB, Gandeng Admin Medsos

WATES (HARIAN MERAPI) - Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMDPPKB) Kulonprogo saat ini tengah menggencarkan

Close