TEWASNYA IMAM SALAT MURNI KECELAKAAN-Bambu Petung Diganti Apus Diduga Picu Lantai Musala Ambles

IMOGIRI (MERAPI)- Tewasnya mahaiswa UIN Sunan Kalijaga Yogya, M Sirajul Milal saat menjadi imam salat di Pesan-Tren Ilmu Giri, Imogiri, Bantul pada Sabtu (30/11) malam dinyatakan murni kecelakaan dan tidak ada unsur kesengajaan maupun kelalaian. Insiden yang merenggut nyawa mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga itu diduga akibat lantai Musala yang terbuat dari bambu tidak kuat menahan beban tubuh korban. Diketahui tubuh korban cukup besar dan berat tubuhnya mencapai 100 kilogram.
Musala yang berada di Kompleks Pesan-Tren Ilmu Giri itu berupa bangunan panggung yang seluruhnya terbuat dari bambu berukuran 7×7 meter. Bagian pengimaman atau mihrab tepat berada di atas sumur tanpa penutup.

Sumur tersebut berukuran 2X2 meter dengan kedalaman 7 meter dan berdinding batu bata. Bentuk sumur mengerucut dengan ukuran dasar yang lebih sempit sekitar 1,5X1,5 meter. Usai kejadian, sumur dan pengimaman sudah ditutup dengan papan dan balok kayu.
Petugas kebersihan Pesan-Tren Ilmu Giri, Wardoyo menjelaskan, Musala itu sudah dibangun sejak sebelum gempa bumi 2006 yang lalu. Sumur dibangun terlebih dulu, kemudian baru musala didirikan di atasnya. Pengimaman musala dibangun tepat di atas sumur dimungkinkan sekaligus untuk melindungi dari sampah sekitar. Sejak pertama dibangun, musala ini sudah sempat direhab hingga 3 kali. Terakhir rehab dilakukan sekitar 2,5 tahun yang lalu. Akan tetapi pada rehab terakhir bahan baku yang digunakan berbeda.

Rehab bangunan pertama dan kedua menggunakan bambu jenis petung yang cukup besar, namun pada rehab terakhir hanya menggunakan bambu jenis apus. “Dulu bambunya dari sekitar sini, jadi saya tahu tebal sekali, tapi yang terakhir bambunya didatangkan dari luar itu bukan bambu petung,” ungkapnya.
Lantai musala terdiri dari bambu utuh paling bawah, di atasnya bambu yang lebih rapat, dan paling atas menggunakan bambu yang dipecah kecil-kecil dan rapat. Wardoyo mengatakan sebelum kegiatan mahasiswa UIN dimulai, seperti biasanya membersihkan semua lokasi termasuk musala. Saat membersihkan bangunan musala dia tidak mendapati lantai yang rapuh, bahkan dia beberapa kali berdiri di pengimaman untuk membersihkan Al-Qur’an.

Saat itu dia tidak merasakan rapuhnya lantai pengimaman. Wardoyo menduga berat tubuh korban membuat lantai musala jebol. “Sebelumnya setiap Sabtu-Minggu pasti dibuat kegiatan, warga juga menggunakan musala itu dan tidak pernah terjadi apa-apa,” sebutnya.
Diberitakan sebelumnya, kejadian itu menimpa M.Sirajul Milal saat kegiatan malam keakraban bersama 100 peserta lainnya.

Mahasiswa senior itu terjerembab ke dalam sumur ketika menjadi imam jamaah Salat Isya. Salat jamaah itu awalnya berjalan lancar, namun pada saat sujud rakaat ketiga tiba-tiba lantai pengimaman ambrol dan tubuh korban masuk ke dalam sumur. Jamaah langsung panik dan mencoba mencari pertolongan warga. Kapolsek Imogiri, Kompol Anton Nugroho menyatakan hasil visum dan pemeriksaan Tim Inafis Polres Bantul tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban. Sehingga pihaknya memastikan insiden ini adalah murni kecelakaan. Korban mengalami luka lebam pada pipi kanan dan kepala bagian belakang yang diduga benturan saat terjatuh terperosok ke sumur. “Jenazah korban sudah dibawa oleh pihak keluarga kembali ke Bogor, Jawa Barat,” pungkasnya. (C1)

Read previous post:
Aksinya Viral di Medsos, Perampok Ketakutan

GODEAN (MERAPI)- Gara-gara salah gaul, seorang pelajar EP (16), warga Godean, Sleman harus bnerurusan dengan polisi. Dia dibekuk bersama rekannya,

Close