Dinas Kebakaran Kota Yogya Paling Banyak Tangani Evakuasi Sarang Tawon

UMBULHARJO (HARIAN MERAPI) – Kasus tawon vespa atau tawon ndas yang memakan korban di beberapa daerah tidak terjadi di Kota Yogyakarta. Namun demikian, cukup banyak sarang tawon yang muncul di permukiman warga dan berhasil dievakuasi Dinas Kebakaran Kota Yogyakarta.

Kepala Seksi Operasional dan Penyelamatan Dinas Kebakaran Kota Yogyakarta Mahargyo mengutarakan, sampai Oktober 2019 Dinas Kebakaran menangani 121 tindakan evakuasi di masyarakat. Mulai dari evakuasi sarang tawon, orang dan kucing masuk sumur hingga membantu melepas cincin karena kesempitan.

“Tindakan evakuasi paling banyak sarang tawon di permukiman warga. Termasuk tawon ndas,” kata Mahargyo, Senin (2/12).

Dia menjelaskan, Dinas Kebakaran hanya mengevakuasi sarang tawon yang ditemukan di rumah maupun permukiman warga dan dinilai mengganggu aktivitas dan berbahaya. Jika sarang tawon ditemukan di pohon atau di pekarangan dan tidak mengganggu aktivitas, Dinas Kebakaran tidak melakukan evakuasi dan meminta warga untuk tidak mengganggu sarang itu.

“Selama tidak mengganggu aktivitas tidak kami tangani. Kebanyakan sarang tawon ditemukan di bagian atap maupun plafon. Laporan temuan sarang tawon biasanya banyak di awal tahun,” paparnya.

Dia menyatakan selama melakukan evakuasi sarang tawon tidak pernah ada kejadian fatal yang menyebabkan petugas atau warga terluka hingga meninggal dunia. Dia menjelaskan, saat mengevakuasi srang tawon, petugas menggunakan pakaian pemadam kebakaran maupun pakaian khusus untuk menangani sarang tawon,

“Agar tidak menyebar kemana-mana tawonnya, penangangan di malam hari. Lalu bagian pintu ditutupi kain yang sudah dikasih bahan bakar minyak lalu ditutupi karung goni,” papar Mahargyo.

Menurutnya yang paling sulit saat sarang tawon di ujung plafon. Ada juga sarang yang semula terlihat kecil ternyata setelah plafon dibongkar, ukuran sarang cukup besar.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Yogyakarta Nur Hidayat mengatakan, masyarakat bisa melapor ke Dinas Kebakaran apabila menemukan sarang tawon atau lebah dan dinilai bisa mengganggu aktivitas warga.

“Bisa lapor ke kami. Jika memiliki kemampuan sendiri untuk menangani secara mandiri, bisa menanganinya langsung,” imbuh Nur Hidayat. (Tri)

Read previous post:
TEWASNYA IMAM SALAT MURNI KECELAKAAN-Bambu Petung Diganti Apus Diduga Picu Lantai Musala Ambles

IMOGIRI (MERAPI)- Tewasnya mahaiswa UIN Sunan Kalijaga Yogya, M Sirajul Milal saat menjadi imam salat di Pesan-Tren Ilmu Giri, Imogiri,

Close