Warga Junut Berburu Baju Harga Seribu

PULUHAN Warga Dusun Junut Desa Purwoharjo Kecamatan Samigaluh Kulonprogo terlihat bahagia di depan tumpukan baju dalam acara bazar yang digelar di wilayah setempat. Mereka rela berdesakan demi berburu baju dengan harga sangat murah, yakni Rp 1.000 perbaju.

Bazar baju bekas ini menjadi rangkaian bakti sosial yang digelar SMK N 2 Pengasih. Kegiatan baksos tersebut merupakan agenda tahunan, yang digelar untuk membantu meringankan beban warga miskin Kulonprogo, terutama yang tinggal di daerah pegunungan. 

Pendamping OSIS SMK N 2 Pengasih, Dwi Hidayah Santoso menyampaikan, ada sejumlah kegiatan yang mewarnai acara baksos. Salah satunya, pembagian sembako gratis berisi gula, teh, mi instant, minyak goreng dan beras.

Pada kesempatan ini, juga dilaksanakan pengobatan gratis bekerjasama dengan Puskesmas Samigaluh. Antusiasme masyarakat terbilang tinggi, terlihat dari jumlah warga yang hadir memeriksakan diri mencapai 300 orang lebih. 

“Kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian kami terhadap masyarakat. SMK N 2 Pengasih ingin lebih dekat dengan masyarakat terutama yang kurang mampu, agar bisa meringankan beban mereka,” kata Dwi.

Selain pengobatan gratis, SMK N 2 Pengasih juga menggelar lomba mewarnai tingkat TK dan SD. Menariknya, sembari menunggu putra-putri lomba mewarnai, para orangtua bisa berkunjung ke pasar murah yang digelar SMK N 2 Pengasih di lokasi sama, berupa penjualan baju baru dengan harga Rp 1.000 hingga Rp 4.000 per potong. Baju yang dijual beragam jenis, mulai dari anak-anak, dewasa hingga orangtua.

“Kami sudah merencanakan kegiatan ini sejak dua bulan lalu. Dipilih Dusun Junut karena letaknya terpencil dengan banyak warga kurang mampu,” tambahnya.

Digelarnya baksos oleh SMKN 2 Pengasih, mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Salah satu warga setempat, Ani merasa senang karena bisa mengikuti pengobatan gratis.

“Tidak perlu jauh-jauh ke puskesmas, sudah bisa dilayani di sini. Gratis juga,” katanya.

Tak hanya mengikuti pengobatan gratis, Ani juga turut berebut baju baru dengan harga Rp 1.000 sampai Rp 4.000. Dalam kesempatan itu, ia berhasil membawa pulang baju 11 potong dengan harga Rp 16.000 saja. “Tadi ada juga pembagian hadiah berupa uang pembinaan kepada pemenang lomba mewarnai dan doorprize menarik untuk masyarakat,” ucapnya. (Unt)

Read previous post:
Cegah Klitih, Gratiskan Trans Jogja Bagi Pelajar

DANUREJAN (MERAPI) - Masalah klitih terjadi salah satunya bersumber dari pemberian fasilitas motor bagi pelajar oleh orangtua. Sejatinya pelajar SMP

Close