Dinas Pariwisata Kulonprogo Kembangkan Daya Tarik Buatan

WATES (HARIAN MERAPI) – Dinas Pariwisata Kulonprogo tengah gencar menumbuhkembangkan desa wisata beserta daya tarik buatan. Hal ini dilakukan untuk menjawab kebutuhan wisatawan di masa mendatang, sekaligus mengantisipasi kejenuhan terhadap objek wisata berbasis panorama alam.

Sekretaris Dinas Pariwisata Kulonprogo, Nining Kunwantari menyampaikan, saat ini Kulonprogo memiliki 38 detinasi wisata baru. Mayoritas menjual panorama alam sebagai daya tarik utama. Objek wisata tersebut masih menjadi jujugan wisatawan, sejalan dengan tren gaya hidup alami.

“Tapi pada masa tertentu, wisatawan bisa saja sampa pada titik jenuhnya,” kata Nining, Minggu (1/12).

Karena itulah, Dinas Pariwisata berupaya mengantisipasi sejak dini. Salah satunya, dengan menggerakkan desa wisata yang tidak hanya mengandalkan panorama alam tapi juga menjual potensi masyarakat.

Dinas bahkan sudah mengumpulkan beberapa pengelola desa wisata untuk melatih mereka sebagai upaya peningkatan kapasitas dan potensi. Mereka dilatih untuk menarik minat wisatawan agar mau mengunjungi desa wisata yang menjual potensi lokal.

“Di desa wisata, pengunjung tidak hanya bisa menikmati alam tapi juga pemberdayaan masyarakat melalui atraksi wisata buatan,” ucapnya.

Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata, Dinas Pariwisata Kulonprogo, Yudono Hindri Atmoko menambahkan, pihaknya juga berencana menghadirkan konsep wisata budaya. Misalnya dengan menggali dan mengembangkan legenda atau cerita rakyat setempat. Di Kulonprogo, banyak terdapat cerita rakyat atau legenda yang bisa diangkat untuk menarik kunjungan wisatawan.

“Misalnya Legenda Sugriwo Subali yang disebut sebagai sejarah terbentuknya Goa Kiskendo, kemudian kisah Kyai Jangkung dari Lendah dan sebagainya. Dengan demikian, pengunjung bisa sekalian belajar budaya dan tinggal di Kulonprogo lebih lama,” urainya. (Unt)

Read previous post:
Burung Anggungan dan Ocehan Makin Populer

JENIS burung anggungan populer di masyarakat, misalnya ada perkutut, derkuku dan puter. Sedangkan ocehan populer lebih banyak jenisnya, antara lain

Close